JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus menunjukkan tren positif. Pada perdagangan Kamis (2/10/2025), rupiah ditutup menguat 0,13% ke posisi Rp 16.588 per dolar AS, mencatatkan penguatan lima hari beruntun.
Dalam periode tersebut, rupiah berhasil terapresiasi hampir 1%.
Baca Juga: Dasco Berkelakar: Kalau Sukses Urus Reforma Agraria, Baru Boleh Nyapres Namun, peluang rupiah untuk melanjutkan reli hingga enam hari beruntun pada perdagangan Jumat (3/10/2025) diprediksi cukup berat.
Pasalnya, situasi global sedang kurang kondusif, dengan dolar AS kembali perkasa setelah sempat melemah empat hari berturut-turut.Di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF), rupiah terpantau menunjukkan gejala pelemahan.
Untuk tenor satu bulan, rupiah diperdagangkan di level Rp 16.638 per dolar AS.Indeks dolar (Dollar Index), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, ditutup menguat 0,2% ke level 97,902 pada perdagangan kemarin
Kenaikan ini menjadi penopang kekuatan dolar setelah sempat melemah dalam empat sesi sebelumnya.Secara teknikal, rupiah berpotensi menguji level support di Rp 16.600 per dolar AS. Jika level tersebut tembus, support berikutnya berada di Rp 16.650.
Apabila kedua level itu jebol, rupiah berisiko melemah lebih jauh dengan target pesimistis di Rp 16.680 per dolar AS.Sebaliknya, jika rupiah mampu melanjutkan penguatan, maka resisten terdekat berada di Rp 16.540, dengan resisten potensial di Rp 16.500 per dolar AS.
Dengan kondisi ini, pelaku pasar diminta tetap mewaspadai sentimen eksternal yang bisa mempengaruhi volatilitas rupiah, termasuk perkembangan potensi shutdown pemerintahan AS serta arah kebijakan moneter The Fed.*
(bt/dv01)
Baca Juga: Inflasi Lampung September 2025 Tetap Terkendali