JAKARTA - Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Fraksi Gerindra, Bambang Haryadi, menyoroti krisis pasokan bahan bakar minyak (BBM) di SPBU swasta yang berpotensi mengancam operasional dan lapangan kerja ratusan karyawan.
Dalam rapat dengar pendapat, Rabu (1/10/2025), Bambang menanyakan jumlah SPBU dan stok BBM milik BP-AKR. Presiden Direktur BP-AKR, Vanda Laura, menyebutkan pihaknya memiliki 107 SPBU AKR ditambah 70 SPBU BP dengan total sekitar 700 karyawan, dan stok BBM diperkirakan habis akhir Oktober.
Baca Juga: SPBU Swasta Batal Beli BBM Pertamina, Kandungan Etanol Jadi Kendala "Oke ada 700 orang yang terancam berhenti (di-PHK) kalau enggak ada pasokan," sebut Bambang menanggapi kondisi tersebut. Namun, BP-AKR memastikan sedang mengupayakan agar tidak melakukan PHK.
Nasib SPBU LainShell Indonesia menghadapi kondisi lebih kritis. Presiden Direktur Shell, Ingrid Siburian, menyebut dari 197 SPBU, hanya lima yang masih menjual bensin di luar Jakarta. Perusahaan tetap mengoptimalkan toko dan bengkel untuk mencegah PHK, meski jam operasional SPBU harus disesuaikan.
VIVO Energy Indonesia melaporkan 44 SPBU di Jabodetabek dengan 600 karyawan, saat ini hanya RON 92 yang tersedia dan diperkirakan habis pertengahan Oktober.Sementara ExxonMobil Lubricants Indonesia memiliki 1.200 SPBU mini dengan sekitar 2.000 tenaga kerja langsung, dan stok BBM diperkirakan cukup hingga pertengahan kuartal IV atau November 2025.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi PHK massal jika pasokan BBM tidak segera stabil, meski sebagian perusahaan berupaya menyesuaikan operasi agar karyawan tetap bekerja.*(to/dv17)