MEDAN – Tren
karier di kalangan generasi Z menunjukkan perubahan paradigma yang signifikan. Jika generasi sebelumnya cenderung mengejar posisi dan
jabatan tinggi sebagai tolok ukur kesuksesan, generasi Z kini justru lebih tertarik pada
karier yang menawarkan fleksibilitas, kestabilan finansial, dan keseimbangan
hidup.Fenomena ini dikenal dengan istilah career minimalism, sebuah pendekatan baru dalam membangun
karier yang menempatkan
pekerjaan sebagai bagian dari
hidup, bukan pusat identitas pribadi.
Baca Juga: Donor Darah Itu Keren! PDDI DKI Jakarta Ajak Anak Muda Jadikan Donor sebagai Gaya Hidup "Generasi Z melihat
pekerjaan bukan sebagai tujuan akhir, tetapi sebagai sarana untuk mencapai
hidup yang stabil dan bermakna," tulis laporan Glassdoor yang dikutip Sabtu (20/9).Career minimalism mendorong
Gen Z untuk tidak terpaku pada jalur
karier linier seperti promosi
jabatan atau naik level manajerial. Sebaliknya, mereka cenderung melakukan "lompatan
karier" dengan berpindah peran atau bahkan sektor industri demi menemukan
pekerjaan yang sejalan dengan nilai dan gaya
hidup mereka.Survei Glassdoor mencatat bahwa sekitar 68%
Gen Z tidak tertarik menjadi manajer jika promosi tersebut tidak disertai dengan manfaat nyata, seperti peningkatan pendapatan atau waktu kerja yang lebih fleksibel."Posisi tinggi tanpa keseimbangan
hidup bukanlah impian
Gen Z. Mereka lebih memilih
jabatan biasa tapi bisa tetap punya waktu untuk keluarga, hobi, atau
pekerjaan sampingan," ungkap laporan tersebut.