JAKARTA – Banyak orang menganggap semakin besar saldo di rekening tabungan, maka semakin aman kondisi keuangannya. Namun, para ahli justru memperingatkan bahwa menyimpan terlalu banyak uang di rekening tabungan bisa jadi keputusan yang merugikan dalam jangka panjang.
Jessica Goedtel, perencana keuangan bersertifikat asal Pennsylvania, mengungkapkan bahwa rekening tabungan tidak sepenuhnya aman dari risiko kebocoran data atau penipuan, dan sering kali tidak memiliki perlindungan maksimal sebagaimana instrumen keuangan lain seperti kartu kredit atau produk investasi resmi.
"Jika terjadi kebocoran data atau fraud, proses pemulihannya bisa jauh lebih sulit," ujar Jessica, dikutip dari CNBC Make It, Jumat (8/8/2025).
Selain itu, tingkat bunga simpanan di rekening tabungan konvensional sangat rendah, tidak sebanding dengan laju inflasi tahunan yang bisa mencapai 3–5%. Hal ini membuat nilai riil uang Anda menyusut seiring waktu, meski nominal terlihat tetap.
Tiga risiko utama menyimpan terlalu banyak uang di tabungan:
Inflasi: Menggerus daya beli uang.
Fraud & kebocoran data: Proses pemulihan seringkali rumit.
Opportunity loss: Kehilangan potensi imbal hasil dari investasi.
Gregory Guenther, konselor keuangan dari New Jersey, menambahkan bahwa saldo ideal di rekening harian hanya perlu cukup untuk pengeluaran 1–2 minggu.
"Jika terlalu sedikit, Anda akan cemas saat bertransaksi. Tapi kalau terlalu banyak, Anda kehilangan potensi pertumbuhan," jelas Gregory.
Solusi Pengelolaan Uang yang Disarankan: