TAPANULI SELATAN — Di tengah geliat pemberdayaan ekonomi pedesaan, Koperasi Desa Merah Putih di Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, menjadi simbol harapan baru.
Namun, seperti api unggun, koperasi ini bisa saja padam jika tidak dijaga dan dikelola secara mandiri serta berkelanjutan.
Saat gemerlap proyek dan euforia bantuan pemerintah mulai mereda, ujian sejatinya dimulai: mampukah koperasi ini bertahan dengan kekuatan sendiri?
"Ketika bantuan habis dan media berpaling, yang tersisa hanya semangat gotong royong masyarakat. Kalau itu terus dijaga, saya yakin api koperasi akan tetap menyala," ujar salah satu pengurus koperasi saat ditemui di Balai Desa, Selasa (15/7/2025).
Sejarah mencatat, banyak Koperasi Unit Desa (KUD) di masa lalu tumbang karena terlalu bergantung pada bantuan luar.
Ketika proyek dan subsidi dihentikan, banyak yang runtuh karena tidak memiliki fondasi usaha yang mandiri.
Kini, pelajaran itu kembali relevan.
Koperasi yang ingin bertahan harus:
- Memiliki usaha yang menghasilkan laba
- Dikelola secara profesional dan transparan
- Tidak menggantungkan diri pada tokoh atau proyek tertentu
- Rutin mengadakan Rapat Anggota Tahunan dan mematuhi AD/ART