JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) merilis data terbaru pergerakan harga sejumlah komoditas pangan di tingkat konsumen nasional. Berdasarkan data dari Panel Harga Bapanas per Sabtu (12/7) pukul 06.51 WIB, sebagian besar komoditas mengalami penurunan harga, meski ada beberapa yang justru mengalami kenaikan tipis.
Cabai rawit merah tercatat mengalami penurunan cukup signifikan ke angka Rp63.071 per kg, dari sebelumnya Rp68.727 per kg. Penurunan juga terjadi pada bawang merah yang kini berada di harga Rp42.310 per kg, dari sebelumnya Rp44.560 per kg.
Untuk komoditas cabai lainnya, cabai merah keriting turun ke Rp41.724 per kg dari Rp45.058 per kg, dan cabai merah besar juga turun ke Rp39.667 per kg dari Rp43.095 per kg.
Harga beras premium turun tipis menjadi Rp16.347 per kg, dari sebelumnya Rp15.996 per kg. Sementara itu, beras medium justru mengalami kenaikan ke Rp14.611 per kg, dari Rp14.288 per kg.
Sementara itu, daging sapi murni mengalami penurunan menjadi Rp130.000 per kg dari Rp135.167 per kg. Namun, harga daging ayam ras naik menjadi Rp36.597 per kg dari Rp35.378 per kg. Telur ayam ras juga naik tipis ke Rp29.621 per kg.
Kedelai impor turun menjadi Rp10.575 per kg, dari Rp10.847 per kg. Jagung untuk peternak naik ke Rp6.719 per kg dari sebelumnya Rp6.106 per kg.
Harga beberapa produk olahan dan sembako juga mengalami perubahan. Gula konsumsi turun menjadi Rp18.091 per kg, sementara minyak goreng kemasan turun ke Rp20.094 per liter. Namun, minyak goreng curah mengalami kenaikan menjadi Rp17.737 per liter.
Minyakita turun sedikit ke angka Rp17.557 per liter. Tepung terigu curah naik ke Rp10.018 per kg, sedangkan tepung terigu kemasan turun ke Rp12.350 per kg.
Di sektor perikanan, ikan kembung turun menjadi Rp40.824 per kg, dan ikan tongkol turun menjadi Rp33.222 per kg. Namun, ikan bandeng naik menjadi Rp37.476 per kg, dari Rp34.703 per kg.
Harga garam konsumsi juga mencatat penurunan ke Rp10.917 per kg, dari sebelumnya Rp11.670 per kg.
Perubahan harga ini mencerminkan dinamika pasokan dan permintaan di pasar nasional. Bapanas terus memantau stabilitas harga guna menjaga daya beli masyarakat menjelang semester kedua 2025.*
(at/j006)