JAKARTA -Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, secara mendadak mengumumkan penangguhan tarif impor terhadap sebagian besar negara selama 90 hari.
Keputusan ini tidak berlaku untuk Cina, yang tarif impornya justru dinaikkan menjadi 125%, sebagai respons terhadap balasan Beijing yang meningkatkan tarif impor AS menjadi 84%.
Sementara itu, Uni Eropa (UE) menyatakan akan melanjutkan tarif balasan terhadap AS terkait pungutan impor baja dan aluminium.
Brussels juga belum memberikan tanggapan mengenai pengumuman terbaru Trump yang memberlakukan tarif 20% untuk semua impor dari UE.
Dampak Positif untuk Indonesia
Penundaan tarif ini membawa dampak positif bagi pasar saham Indonesia.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meroket ke zona hijau pada pembukaan perdagangan Kamis (10/04), mencapai level tertinggi 6.310,82 dan ditutup di kisaran 6.200-an.
Volume transaksi tercatat 1,4 miliar dengan turnover mencapai Rp1,2 triliun, mencatatkan 374 saham menguat, sementara hanya 26 saham yang melemah.
Analis pasar menyebutkan bahwa penguatan IHSG ini terjadi seiring dengan tren positif dari Wall Street, setelah pengumuman Trump mengenai penangguhan tarif impor.
Meskipun Indonesia tidak sepenuhnya terbebas dari tarif, kebijakan ini memberikan angin segar bagi pasar modal domestik.
Tanggapan Global