Tungku Smelter PT Lestari Smelter Indonesia Bocor, Cairan Logam Panas Meluber ke Lantai

BITVonline.com - Sabtu, 10 Agustus 2024 05:35 WIB

MOROWALI –Kebocoran tungku smelter PT Lestari Smelter Indonesia (LSI) yang terletak di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Kecamatan Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng), telah mengakibatkan peristiwa serius pada Jumat, 9 Agustus 2024. Insiden ini terjadi sekitar pukul 19.00 Wita dan melibatkan tumpahnya cairan logam panas dari tungku smelter.

Menurut Media Relations Head PT IMIP, Dedy Kurniawan, kebocoran ini terjadi saat proses peleburan cairan di dalam tungku. “Kami menyebutnya sebagai abrasi cairan tungku atau cairan logam. Pada saat peleburan, saat proses tapping dilakukan, cairan logam panas dengan suhu mencapai 1.400 derajat Celsius keluar dari tungku,” ungkap Dedy.

Cairan logam panas ini meluber hingga ke lantai smelter, menimbulkan risiko besar bagi keselamatan pekerja. Dedy mengungkapkan bahwa petugas keselamatan di lokasi segera melakukan langkah-langkah darurat untuk mengatasi situasi tersebut. “Setelah cairan meluber ke lantai, tim safety perusahaan langsung melakukan upaya pendinginan dengan menyemprotkan air. Setelah 45 menit, suhu cairan berhasil diturunkan dan situasi dikendalikan,” tambah Dedy.

Dalam insiden ini, semua pekerja yang berada di lokasi berhasil dievakuasi ke tempat aman. Beruntung, tidak ada korban jiwa atau luka-luka yang dilaporkan. Dedy menegaskan bahwa meskipun kejadian tersebut melibatkan cairan panas, insiden ini tidak menyebabkan kebakaran. Hal ini disebabkan oleh bahan bangunan smelter yang terbuat dari baja dan beton yang tahan terhadap suhu tinggi. “Bahan smelter di sini hanya terbuat dari baja dan beton, sehingga jika disebut kebakaran, itu kurang tepat,” ujarnya.

Sebagai tindakan preventif, operasional smelter PT LSI dihentikan untuk sementara waktu guna melakukan investigasi menyeluruh mengenai penyebab kebocoran. Penutupan operasional ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.

Dedy Kurniawan menambahkan, pihak perusahaan sedang melakukan evaluasi terhadap sistem pengendalian dan prosedur keselamatan untuk mencegah kejadian serupa. “Kami akan melakukan investigasi mendalam untuk memahami penyebab kebocoran dan melakukan perbaikan yang diperlukan. Keselamatan pekerja adalah prioritas utama kami, dan kami akan terus memastikan bahwa semua standar keselamatan diikuti dengan ketat,” tuturnya.

Insiden ini merupakan peringatan penting bagi industri smelter dan sektor-sektor industri berat lainnya mengenai pentingnya sistem pengendalian dan manajemen risiko yang efektif. Perusahaan diharapkan dapat mengambil pelajaran dari kejadian ini untuk memperkuat prosedur keselamatan dan memastikan perlindungan optimal bagi semua pihak yang terlibat.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kasus ini, publik dapat mengikuti berita terbaru di platform berita terpercaya atau mengunjungi situs resmi PT IMIP.

(n/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Agama

Perairan Asahan Dikejutkan Kemunculan Lumba-lumba Putih, Warga Ramai Rekam Video

Agama

KIP Kabulkan Gugatan, Salinan Ijazah Presiden Jokowi Harus Diberikan ke Publik

Agama

Status Waspada: Marapi Kembali Erupsi, Masyarakat Lereng Gunung Dihimbau Tingkatkan Kewaspadaan

Agama

Kejari Karo Tangkap Mantan Kepala BPHL, Kerugian Negara Capai Rp 4,1 Miliar

Agama

Tito Karnavian: Pemilihan Kepala Daerah Bisa Langsung atau Lewat DPRD

Agama

Jalin Komunikasi dengan Media, RS Kasih Ibu Tabanan Sukses Sosialisasikan Layanan Home Care