Ridwan Kamil Soroti Ketergantungan Indonesia Pada Batu Bara

BITVonline.com - Sabtu, 24 Agustus 2024 10:48 WIB

JAKARTA – Ridwan Kamil, politikus dari Partai Golkar dan calon Gubernur Jakarta, menyoroti ketergantungan Indonesia pada energi primer berbasis batu bara serta tantangan dalam transisi menuju energi terbarukan. Menurutnya, pengaruh lobi politik dari pengusaha batu bara yang kuat menjadi salah satu hambatan utama dalam pergeseran ke energi yang lebih ramah lingkungan.

Kritik Terhadap Ketergantungan pada Batu Bara

Ridwan Kamil, yang akrab disapa RK, mengungkapkan kekhawatirannya mengenai dominasi batu bara dalam sektor energi Indonesia. Ia menjelaskan, meskipun potensi energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia sangat melimpah, penetrasi dan adopsi teknologi energi ramah lingkungan masih berjalan lambat. “Salah satunya adalah karena banyak pengusaha yang kaya raya dari batu bara melakukan lobi politik. Mereka berusaha memperlambat transisi dari batu bara ke sumber energi yang lebih bersih karena kepentingan finansial mereka,” ujar RK.

Dorongan untuk Mempermudah Investasi Energi Terbarukan

RK menekankan perlunya pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk lebih responsif terhadap isu lingkungan dan perubahan iklim. Ia mengungkapkan harapannya agar proses perizinan dan kemudahan investasi dalam pembangunan infrastruktur energi terbarukan, seperti tenaga matahari dan tenaga angin, dapat dipermudah. “Kita berharap agar kesulitan yang dihadapi investor dalam membangun proyek energi terbarukan bisa diatasi. Kemudahan ini penting agar lebih banyak investasi dalam sektor energi hijau dapat masuk,” jelasnya.

Pentingnya Political Will dalam Pengurangan Emisi Karbon

Mantan Wali Kota Bandung ini juga menekankan bahwa pencapaian target net zero emission pada tahun 2060 sangat bergantung pada political will dari para pemangku kebijakan di tingkat lokal maupun nasional. “Komitmen pencegahan perubahan iklim harus didorong oleh keputusan politik yang kuat dan konsisten. Semakin banyak pembuat keputusan yang peduli dan menggunakan kebijakan untuk mencapai net zero, maka akan semakin besar kemungkinan kita untuk mencapainya,” imbuh RK.

Peran Generasi Muda dan Tanggung Jawab Bersama

RK juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam upaya pengurangan emisi karbon. Ia percaya bahwa perubahan positif bisa dimulai dari semangat dan tekad generasi muda, serta pemanfaatan ilmu pengetahuan, sumber daya finansial, dan kekuasaan. “Demokrasi menjadi sangat penting dalam konteks ini. Saya memulai sebagai warga biasa dan aktivis komunitas, lalu masuk ke politik untuk memperbaiki hal-hal yang menurut saya tidak beres. Memang, politik praktis tidak sederhana, tapi itu adalah bagian dari perubahan yang perlu kita dorong,” ungkapnya.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Agama

Lebaran 2026 Semakin Dekat: Muhammadiyah Pastikan Tanggal, Pemerintah Siapkan Sidang Isbat

Agama

Wakil Gubernur Sumut Bersama Bupati Asahan Tinjau Kesiapan SMAN Rahuning: Pastikan Sekolah Siap Operasional dan Berikan Akses Pendidikan yang Merata

Agama

Wakil Bupati Asahan Laksanakan Safari Ramadhan Khusus di Masjid Nurul Falah Sei Renggas

Agama

Bahlil Ungkap Arahan Prabowo: Stok BBM dan LPG Harus Aman Jelang Lebaran 2026

Agama

Pertama Kali, KPK Gunakan Pasal Benturan Kepentingan Saat OTT Bupati Fadia Arafiq di Pekalongan

Agama

Miris! Siswi SMA di Pekanbaru Dilecehkan Guru dan Direkam, Kepsek Anggap ‘Khilaf’