AHY Tekankan Pentingnya Sinergi Akademisi dan Politisi dalam Rumuskan Kebijakan Publik

BITVonline.com - Jumat, 13 September 2024 07:57 WIB

SURABAYA  — Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan pentingnya sinergi antara akademisi dan politisi dalam merumuskan kebijakan publik yang rasional dan berbasis data. Pernyataan tersebut disampaikan usai AHY menyelesaikan ujian tertutup doktoral di Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur, baru-baru ini.

Dalam keterangan tertulisnya, AHY menegaskan, “Dunia politik dan akademik harus berjalan seiring. Jika politisi jauh dari akademisi, kebijakan yang dihasilkan cenderung kurang rasional dan tidak berbasis data.” Pernyataan ini mencerminkan keyakinannya bahwa kedekatan antara dunia akademik dan politik adalah kunci untuk menghasilkan kebijakan yang efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat.

AHY mengungkapkan, keikutsertaan politisi dalam dunia akademis sangat penting untuk memastikan bahwa kebijakan yang dibuat tidak hanya berdasarkan asumsi politik semata, tetapi juga berdasarkan kajian ilmiah yang mendalam. Sinergi ini dianggap sebagai langkah strategis untuk mewujudkan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Politisi perlu terlibat aktif dalam dunia akademisi. Dengan demikian, mereka dapat membuat kebijakan berdasarkan data valid dan kajian ilmiah,” ujar AHY. Ia menjelaskan bahwa saat ini, Kementerian ATR/BPN juga berkolaborasi dengan berbagai kampus ternama dalam melaksanakan program-program strategis, termasuk percepatan Reforma Agraria.

AHY menambahkan, akademisi memainkan peran penting dalam merumuskan kebijakan. Tanpa adanya kerja sama yang solid dengan para ahli, ide-ide yang dihasilkan oleh akademisi berisiko terjebak dalam perdebatan teoritis tanpa implementasi nyata. “Akademisi harus mampu mengubah ide-ide menjadi kebijakan yang relevan dan dapat diimplementasikan di pemerintahan,” jelasnya.

AHY berharap sinergi antara akademisi dan politisi dapat menghadirkan kebijakan yang berbasis data, rasional, dan relevan dengan kondisi masyarakat. Ini adalah langkah penting untuk memajukan Indonesia dan mempersiapkan negara menghadapi tantangan global di masa depan.

Dalam ujian doktoralnya, AHY membahas topik mengenai kepemimpinan transformasional dan orkestrasi sumber daya manusia (SDM) untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045. Ujian yang berlangsung selama tiga jam tersebut diselesaikan dengan nilai yang sangat memuaskan, yaitu 97,5.

Pernyataan AHY ini menjadi pengingat akan pentingnya integrasi antara teori dan praktik dalam pembuatan kebijakan, serta menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan dunia akademik demi kemajuan Indonesia.

(K/09)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Agama

8 Eks Anggota TPNPB-OPM di Papua Pegunungan Nyatakan Setia ke Indonesia, Serahkan Senjata

Agama

WhatsApp, Instagram, dan Facebook Down Serentak Malam Ini! Meta Buka Suara

Agama

Sony Sonjaya Klaim Ada 26 Nama Terlibat Korupsi MBG, Kejagung: Kami Teliti, Kami Juga Punya Bukti

Agama

Kejagung: Harga Motor Listrik Program MBG Digelembungkan, Capai Rp47 Juta per Unit

Agama

Ribuan Mahasiswa UI dan UNJ Turun ke Jalan, Jakarta Memanas hingga Malam Hari

Agama

Gaji 13 Ribu PPPK Medan Aman, Rico Waas: Pos Anggaran Masih Baik