BANDA ACEH – Risalah Nabi Muhammad SAW tidak hanya membawa ajaran Islam, tetapi juga mengemban misi membebaskan manusia dari kesyirikan, membangun tradisi keilmuan, menyucikan jiwa, dan membentuk akhlak mulia.
Misi tersebut menjadi landasan penting dalam membangun kehidupan umat yang beriman, berilmu, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Pesan itu disampaikan Ustaz H. Abrar Zym, S.Ag., M.H., dalam Pengajian Rutin Ahad Subuh di Masjid Taqwa Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh, Ahad, 18 Oktober 2026.
Baca Juga: Tiga Tahun Whoosh Beroperasi, Wamenaker Dorong SDM Indonesia Kuasai Teknologi Kereta Cepat Dalam kajian bertajuk "Risalah Nabi Muhammad SAW: Membangun Manusia Berilmu dan Berakhlak", ia mengajak umat Islam memahami kembali tujuan utama diutusnya Rasulullah melalui tiga landasan dalam Al-Qur'an.
Menurut Abrar, risalah Nabi Muhammad SAW menempatkan tauhid, ilmu pengetahuan, penyucian jiwa, dan amal saleh sebagai bagian yang saling berkaitan.
Keberagamaan tidak cukup ditunjukkan melalui simbol dan ucapan, tetapi harus tercermin dalam perilaku sehari-hari.
Tauhid Harus Dibuktikan dengan Amal Saleh
Landasan pertama yang dibahas adalah Surah Al-Kahfi ayat 110.
Ayat tersebut menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan manusia yang menerima wahyu dari Allah SWT untuk menyampaikan petunjuk kepada umat manusia.
Abrar menjelaskan, ayat itu mengandung tiga pesan utama.
Pertama, Nabi Muhammad SAW adalah Rasul Allah yang membawa petunjuk, bukan sosok yang harus dipertuhankan.
Kedua, tauhid menjadi fondasi kehidupan seorang muslim.