JAKARTA — Benarkah umur umat Islam di dunia tidak akan mencapai 1.500 Hijriah?
Pertanyaan ini kembali menjadi perhatian seiring umat Islam kini memasuki tahun 1448 Hijriah.
Sejumlah pendapat yang beredar menyebut umur umat Islam tidak akan sampai 1.500 Hijriah.
Baca Juga: Ingin Rezeki Halal dan Berkah? Amalkan 7 Doa Ini di Pagi Hari Jika dihitung dari tahun 1448 Hijriah, angka tersebut memang tinggal sekitar 52 tahun lagi.
Namun, tidak ada dalil sahih dalam Al-Qur'an maupun hadis yang secara tegas menyebut umur umat Islam akan berakhir pada tahun 1.500 Hijriah.
Angka tersebut lebih banyak muncul dari penafsiran sebagian ulama terhadap sejumlah hadis mengenai rentang waktu umat-umat terdahulu dan umat Islam.
Dalam buku Al-Masih Al-Muntazhar wa Nihayah Al-Alam karya Abdul Wahab Abdussalam Thawilah, yang diterjemahkan Subhanur, disebutkan pendapat Imam Suyuthi dalam risalahnya Al-Kasyfu 'an Mujawazati Hadzihil Ummatil Alfi.
Imam Suyuthi menjelaskan sejumlah hadis yang menunjukkan umur umat Islam lebih dari 1.000 tahun, tetapi kelebihannya tidak mencapai 500 tahun.
Pendapat tersebut kemudian menjadi salah satu dasar munculnya perkiraan bahwa umur umat Islam tidak sampai 1.500 tahun.
Ada pula pendapat yang menghitung umur umat Islam sekitar 1.400 tahun lebih sedikit.
Perhitungan ini dikaitkan dengan usia umat Yahudi, umat Nasrani, dan tambahan waktu 500 tahun berdasarkan sebuah hadis.
Dalam hadis yang diriwayatkan dari Sa'id bin Abu Waqqas RA, Rasulullah SAW bersabda, "Saya berharap umatku tidak lemah di sisi Tuhannya yang menunda mereka selama setengah hari." Sa'id bertanya, "Berapakah setengah hari itu?" Beliau menjawab, "500 tahun." (HR Ahmad, Abu Dawud, Hakim, dan Abu Nu'aim dalam Al-Hilyah).