JAKARTA — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadan 1448 Hijriah atau Ramadan 2027.
Berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), 1 Ramadan 1448 H jatuh pada Senin, 8 Februari 2027.
Penetapan tersebut menjadi acuan bagi warga Muhammadiyah dalam menjalankan ibadah Ramadan.
Baca Juga: Mengapa Praktik Islam Berbeda di Aceh, Jawa, Arab, hingga Eropa? Ini Penjelasan Rektor Unmuha Aslam Nur Dengan ketetapan itu, umat Islam yang mengikuti kalender Muhammadiyah diperkirakan mulai melaksanakan salat Tarawih pada Minggu malam, 7 Februari 2027.
Muhammadiyah menggunakan KHGT sebagai acuan penanggalan Hijriah sejak 2025.
Sebelumnya, organisasi tersebut menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal dalam menyusun kalender Hijriah.
Dikutip dari situs resmi Muhammadiyah, KHGT merupakan inisiatif untuk menciptakan kalender Islam yang seragam di seluruh dunia.
Kalender tersebut diharapkan memberikan kepastian dalam pelaksanaan ibadah yang berkaitan dengan penanggalan Islam secara global.
Muhammadiyah menilai metode hisab hakiki wujudul hilal yang sebelumnya digunakan telah memberikan banyak kontribusi.
Namun, metode tersebut dinilai masih memiliki cakupan lokal karena berorientasi pada wilayah Indonesia.
"Masalah yang muncul, terutama dalam pelaksanaan ibadah yang waktunya terkait dengan lokasi geografis tertentu, seperti puasa Arafah, memunculkan kebutuhan akan kalender yang lebih universal," tulis keterangan dalam situs tersebut.
Merujuk KHGT Muhammadiyah, Ramadan 1448 H berlangsung selama 29 hari.