JAKARTA — Wudhu merupakan ibadah bersuci atau thaharah yang menjadi salah satu syarat sah sebelum melaksanakan salat.
Dalam pelaksanaannya, terdapat sejumlah amalan yang termasuk rukun dan ada pula yang tergolong sunnah.
Memahami perbedaan keduanya penting agar wudhu yang dilakukan memenuhi ketentuan fikih sekaligus mengikuti sunnah Rasulullah SAW.
Baca Juga: Di Sela Groundbreaking PLTS Raksasa, Prabowo Selipkan Pesan Maulid Nabi: Doa Harus Diiringi Kerja Nyata Mengutip kitab Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq, rukun wudhu merupakan amalan pokok yang wajib dilakukan.
Jika salah satu rukun tertinggal, baik sengaja maupun karena lupa, wudhu dianggap tidak sah dan perlu diulang.
Adapun sunnah wudhu merupakan amalan pelengkap yang dianjurkan.
Jika dikerjakan mendapat pahala, sedangkan jika ditinggalkan, wudhu tetap sah, meski kesempurnaannya berkurang.
Rukun Wudhu
Ada enam rukun wudhu yang perlu diperhatikan.
1. Niat
Niat dihadirkan dalam hati bersamaan ketika air pertama kali menyentuh sebagian wajah. Lafaz niat yang disunnahkan adalah:
نَوَيْتُ الْوُضُوءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَصْغَرِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَىNawaitul-wudhu'a liraf'il-hadatsil-ashghari fardhan lillahi ta'ala.