ACEH BESAR — Anggota Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Besar, Tgk. Afrizal Sofyan, S.Pd.I, M.Pd, mengingatkan umat Islam untuk mempersiapkan kematian dengan memperbanyak amal terbaik atau ahsanu 'amala.
Menurut dia, kematian merupakan kepastian yang tidak dapat dihindari dan menjadi pintu menuju kehidupan akhirat yang kekal.
Pesan tersebut disampaikan Tgk. Afrizal dalam khutbah Jumat di Masjid Al Ikhlas, Ie Alang, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, Jumat, 14 Agustus 2026, yang bertepatan dengan 1 Rabiul Awwal 1448 Hijriah.
Baca Juga: Semarakkan HUT RI dan MA ke-81, Hampir 200 Peserta Tumpah Ruah Ikuti Gerak Jalan Santai PT BNA Tgk. Afrizal mengatakan Al-Qur'an dan hadis menggambarkan kematian sebagai perkara yang sangat dahsyat dan penuh kesulitan.
Kematian juga menjadi batas berakhirnya kesempatan manusia untuk memperbanyak amal.
Allah Swt berfirman dalam Surah Qaf ayat 19, "Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang dahulu hendak kamu hindari."
Menurut Tgk. Afrizal, istilah sakaratul maut menggambarkan kondisi berat yang dialami seseorang ketika ruh hendak keluar dari jasad.
Bahkan Rasulullah saw sebagai manusia paling mulia juga mengalami beratnya sakaratul maut.
Ia mengutip hadis riwayat Imam Bukhari yang menjelaskan bahwa menjelang wafat, Rasulullah saw memasukkan tangannya ke dalam bejana berisi air, kemudian mengusapkan air tersebut ke wajahnya seraya bersabda, "Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah. Sesungguhnya kematian itu memiliki sakarat."
"Ini menunjukkan, beratnya sakaratul maut bukan hanya dialami orang-orang yang buruk di sisi Allah SWT. Orang-orang saleh sekalipun dapat merasakan dahsyatnya sakaratul maut, sebagaimana Rasulullah saw ," ujarnya.
Empat Hal yang Membuat Sakaratul Maut Dahsyat
Tgk. Afrizal menjelaskan pandangan Imam al-Qurthubi dalam kitab At-Tazkirah fi Ahwalil Mauta wa Umuril Akhirah.