JAKARTA – Kematian merupakan bagian dari perjalanan hidup yang pasti akan dialami setiap manusia.
Dalam ajaran Islam, kematian bukanlah akhir dari kehidupan, melainkan awal memasuki fase berikutnya sebelum datangnya hari kebangkitan.
Al-Qur'an menjelaskan bahwa setiap makhluk yang bernyawa akan mengalami kematian dan pada akhirnya kembali kepada Allah SWT.
Baca Juga: Siswa SIP Angkatan 56 Polda Aceh Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan, Salurkan Sembako dan Santunan Hal tersebut sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Ankabut ayat 57:
كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ ثُمَّ اِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ
Kullu nafsin żā'iqatul-maut(i), ṡumma ilainā turja'ūn(a).
Artinya: "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian. Kemudian, hanya kepada Kami kamu dikembalikan."
Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa kehidupan manusia tidak berhenti ketika meninggal dunia.
Setelah ruh berpisah dari jasad, manusia memasuki alam berikutnya sesuai ketetapan Allah SWT.
Dalam buku Kumpulan Kisah Teladan susunan Prof. Dr. HM Hasballah Thaib, MA dan H. Zamakhsyari Hasballah, Lc, MA, Ph.D., yang mengutip kitab Qashash wa Ma'ani karya Ala' Sadiq, diceritakan sebuah riwayat tentang penjelasan Abu Bakar Ash-Shiddiq RA mengenai tempat roh setelah seseorang meninggal dunia.
Dalam riwayat tersebut dijelaskan bahwa tempat roh berbeda-beda sesuai keimanan dan amal seseorang selama hidup di dunia.
Menurut riwayat tersebut, terdapat tujuh golongan tempat bagi roh, yaitu: