BANDA ACEH – Rektor Universitas Muhammadiyah Aceh (UNMUHA), Dr. H. Aslam Nur, M.A., menegaskan bahwa dakwah Islam harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa mengorbankan prinsip-prinsip ajaran Islam.
Menurutnya, pendekatan dakwah yang memahami budaya masyarakat atau dakwah kultural menjadi salah satu strategi penting untuk menghadapi tantangan era globalisasi dan digital.
Hal itu disampaikan Aslam Nur dalam Pengajian Rutin Ahad Subuh bertema "Dakwah Kultural: Menyampaikan Islam Tanpa Kehilangan Prinsip" di Masjid Taqwa Muhammadiyah Banda Aceh, Minggu, 26 Juli 2026.
Baca Juga: Bobby Nasution Ajak Masyarakat Bersatu Lawan Narkoba dan LGBTQ demi Selamatkan Generasi Muda Dalam ceramahnya, Aslam menjelaskan bahwa masyarakat memiliki latar belakang budaya, tradisi, dan kebiasaan yang berbeda-beda.
Karena itu, metode penyampaian dakwah harus mampu menyesuaikan diri dengan kondisi masyarakat tanpa mengubah substansi ajaran Islam.
"Tema yang kita bahas pada kesempatan ini adalah Dakwah Kultural. Tema ini sangat penting karena berkaitan dengan cara menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat yang memiliki latar belakang budaya, tradisi, dan kebiasaan yang beragam," kata Ustaz Dr. H. Aslam Nur, M.A.
Aslam menjelaskan, konsep Dakwah Kultural Muhammadiyah mulai dirumuskan dalam Tanwir Muhammadiyah tahun 2002 di Bali dan kemudian ditetapkan sebagai kebijakan resmi pada Tanwir Muhammadiyah tahun 2003 di Makassar.
Menurutnya, konsep tersebut lahir sebagai respons terhadap anggapan bahwa Muhammadiyah terlalu kaku dalam menyikapi budaya masyarakat.
Di sisi lain, dunia saat itu mulai memasuki era globalisasi yang membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan.
Globalisasi, kata Aslam, tidak hanya mempercepat perkembangan teknologi dan informasi, tetapi juga mempercepat penyebaran budaya, gaya hidup, hingga pola pikir masyarakat.
Karena itu, Muhammadiyah memandang perlu menghadirkan strategi dakwah yang tetap menjaga kemurnian ajaran Islam, namun disampaikan dengan pendekatan yang lebih bijaksana dan sesuai dengan kondisi masyarakat.
Mengutip Al-Qur'an Surah An-Nahl ayat 125, Aslam menegaskan bahwa dakwah harus dilakukan dengan hikmah, nasihat yang baik, dan dialog yang santun.