ACEH BESAR – Umat Islam diingatkan untuk terus saling mengingatkan agar waspada terhadap tipu daya syaithan yang disebut terus berusaha menjerumuskan manusia ke dalam kemaksiatan.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Ma'had Al Jami'ah UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Dr. Tgk. H. Syahminan, S.Ag., M.Ag., dalam khutbah Jumat di Masjid Jamik Al-Istiqamah, Kemukiman Kueh, Keude Bieng, Kecamatan Lhok Nga, Aceh Besar, Jumat (24/7/2026).
Dalam khutbahnya, Syahminan menyampaikan bahwa syaithan merupakan musuh manusia yang tidak terlihat, namun terus berupaya menggoda dan mengarahkan manusia kepada perbuatan dosa.
Baca Juga: Peringati Hari Anak Nasional 2026, Pemko Tanjungbalai Tegaskan Komitmen Lindungi Hak dan Masa Depan Anak Ia mengingatkan firman Allah Swt dalam Al-Qur'an:
"Sesungguhnya syaithan itu musuh yang nyata bagimu." (QS. Yasin: 60).
Menurut Syahminan, syaithan tidak memaksa manusia melakukan kemaksiatan, melainkan membisikkan godaan yang terlihat menarik dan seolah memberikan kebahagiaan.
"Syaithan tidak memaksa manusia, tetapi membisikkan rayuan yang tampak indah. Ia menjanjikan kebahagiaan dari maksiat, harta dari riba, hingga ketenaran dari pamer," ujar Syahminan.
Ia juga menjelaskan bahwa dalam Al-Qur'an, Allah menggambarkan bagaimana syaithan akan berlepas diri dari para pengikutnya pada hari akhir.
Dalam QS. Ibrahim ayat 22 disebutkan bahwa syaithan hanya mengajak manusia, sedangkan keputusan untuk mengikuti ajakannya berada pada diri manusia itu sendiri.
"Di dunia syaithan tampil manis, tetapi di akhirat ia menjadi pengecut. Ia akan berkata bahwa semua kesalahan adalah pilihan manusia sendiri," jelasnya.
Untuk menghadapi berbagai godaan tersebut, Syahminan menyampaikan tiga benteng utama yang harus dibangun oleh umat Islam.
Pertama, benteng iman dengan memperbanyak ta'awudz atau memohon perlindungan kepada Allah dalam setiap aktivitas.