BANDA ACEH – Hukum menonton pertandingan olahraga, seperti sepak bola, bulu tangkis, maupun cabang olahraga lainnya, kerap menjadi pertanyaan di tengah masyarakat.
Menjawab hal tersebut, Ustaz Hermansyah Adnan, S.Ag., M.Sos., menjelaskan bahwa Islam memandang aktivitas tersebut pada dasarnya diperbolehkan selama tidak melanggar ketentuan syariat.
Penjelasan itu disampaikan Ustaz Hermansyah Adnan dalam pengajian rutin Sabtu Subuh di Masjid Tgk Jakfar Hanafiah, Kampus Universitas Muhammadiyah Aceh (UNMUHA), Banda Aceh, Sabtu, 18 Juli 2026.
Baca Juga: Prof Agussabti: Hadirkan Allah dalam Setiap Langkah, Kunci Meraih Keberuntungan Dunia dan Akhirat Menurutnya, setiap persoalan dalam Islam harus dikembalikan kepada Al-Qur'an, As-Sunnah, serta penjelasan para ulama.
Ustaz Hermansyah mengawali kajiannya dengan mengingatkan bahwa kehidupan dunia bukanlah tujuan akhir manusia.
"Ketahuilah bahwa kehidupan dunia itu hanyalah permainan, kelengahan, perhiasan, dan saling bermegah-megahan di antara kamu serta berlomba-lomba dalam banyaknya harta dan anak keturunan. (Perumpamaannya adalah) seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani, lalu mengering dan kamu lihat menguning, kemudian hancur. Di akhirat ada azab yang keras serta ampunan dari Allah dan keridaan-Nya. Kehidupan dunia (bagi orang-orang yang lengah) hanyalah kesenangan yang memperdaya." (QS. Al-Hadid: 20)
Ia juga mengutip firman Allah SWT:
"Dan sebenarnya kalau mereka menggunakan nalar dan nurani yang jernih dalam menyikapi ajaran Al-Qur'an, mereka akan memahami bahwa kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau yang hanya akan bermanfaat jika digunakan untuk kehidupan di akhirat. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa, yaitu mereka yang beriman dan melindungi dirinya dari malapetaka dunia dan akhirat. Apakah kamu tidak memikirkan-nya secara mendalam?" (QS. Al-An'am: 32)
Menurut Ustaz Hermansyah, kedua ayat tersebut bukan berarti seluruh bentuk permainan otomatis dilarang.
Yang ditekankan adalah agar manusia tidak menjadikan hiburan sebagai tujuan hidup hingga melupakan kewajiban kepada Allah SWT.
Ia menjelaskan bahwa dalam Al-Qur'an terdapat istilah la'ib, yaitu permainan atau aktivitas yang dapat melalaikan manusia dari tujuan utama penciptaannya, yakni beribadah kepada Allah SWT.
"Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat: 56)