ACEH BESAR – Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., IPU., ASEAN Eng., mengajak umat Islam untuk senantiasa menghadirkan Allah SWT dalam setiap aspek kehidupan sebagai kunci meraih keberuntungan, baik di dunia maupun di akhirat.
Pesan tersebut disampaikan Prof Agussabti saat menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Al Ikhlas LAN Aceh, Gampong Lamcot, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (17/7/2026), bertepatan dengan 3 Safar 1448 Hijriah.
Dalam khutbahnya, Prof Agussabti menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki peluang yang sama untuk memperoleh keberuntungan. Namun, hal itu hanya dapat diraih apabila seseorang mampu menjaga keimanan, menjunjung tinggi integritas, dan terus berbuat kebaikan dalam setiap keadaan.
Baca Juga: Jangan Jadi Orang Zalim, Ini Dua Penyesalan Besar yang Diingatkan dalam Surah Al-Furqan Ia mencontohkan keteladanan Nabi Yusuf AS sebagaimana dikisahkan dalam Al-Qur'an. Meski memiliki ketampanan dan menghadapi godaan besar dari Zulaikha, istri seorang penguasa yang kaya dan berpengaruh, Nabi Yusuf tetap mampu menjaga diri karena selalu menghadirkan Allah dalam setiap keputusan yang diambil.
Menurutnya, kisah tersebut menjadi pelajaran penting bahwa manusia pada dasarnya memiliki keinginan dan hawa nafsu. Namun, keyakinan bahwa Allah Maha Melihat seluruh perbuatan menjadi benteng utama untuk menghindari perbuatan dosa.
Prof Agussabti juga menyoroti berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat, mulai dari kasus korupsi hingga penyimpangan moral yang melibatkan pejabat maupun tokoh publik. Ia menilai berbagai tindakan tersebut berawal dari hilangnya kesadaran akan pengawasan Allah SWT.
"Ketika seseorang gagal menghadirkan Allah dalam hidupnya, maka ia lebih mudah tergoda oleh harta, jabatan, maupun hawa nafsu," ujarnya.
Selain menjaga hubungan dengan Allah, Prof Agussabti menegaskan pentingnya memegang teguh nilai-nilai akhlak dan integritas sebagaimana dicontohkan Nabi Yusuf AS.
Ia mengingatkan bahwa Nabi Yusuf tidak hanya menolak godaan, tetapi juga tetap menjaga amanah dan menghormati orang yang telah membesarkan serta memperlakukannya dengan baik. Sikap itulah yang kemudian mengantarkannya dipercaya menjadi bendahara negara dan memperoleh kemuliaan di dunia maupun di akhirat.
Menurutnya, fenomena yang kerap terjadi saat ini justru sebaliknya. Banyak orang melupakan jasa pihak yang pernah membantu ketika telah memperoleh kedudukan atau kekuasaan.
Prof Agussabti mengingatkan bahwa kekuasaan, jabatan, maupun harta bersifat sementara. Karena itu, setiap orang harus tetap menjaga rasa syukur, loyalitas, dan akhlak mulia dalam setiap kondisi.
Menutup khutbahnya, ia mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan kisah Nabi Yusuf sebagai teladan dalam menjalani kehidupan.