ACEH BESAR - Umat Islam diajak untuk senantiasa melakukan muhasabah atau introspeksi diri sebagai bekal menghadapi kehidupan akhirat. Muhasabah dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat keimanan, memperbanyak amal saleh, serta mendorong setiap Muslim untuk segera bertaubat kepada Allah SWT.
Pesan tersebut disampaikan Pimpinan Dayah Darul Fikri Al Waliyah Kota Banda Aceh, Tgk Wahyu Mimbar, M.Ag., saat menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Jami' Babussalam, Kemukiman Lam Ujong, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Jumat (10/7/2026).
Dalam khutbahnya, Tgk Wahyu mengingatkan bahwa manusia kerap disibukkan oleh urusan dunia, sementara kehidupan yang kekal adalah kehidupan di akhirat. Karena itu, setiap Muslim diminta mempersiapkan bekal terbaik sejak masih hidup di dunia.
Baca Juga: 8 Cara Rasulullah SAW Menjaga Kekhusyukan Salat, Muslim Perlu Meneladaninya Menurutnya, bekal utama yang harus dimiliki setiap Muslim adalah iman dan takwa. Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 197 yang menegaskan bahwa sebaik-baik bekal adalah takwa.
Ia menjelaskan, para ulama tafsir, termasuk Ibnu Katsir, menerangkan bahwa ayat tersebut bukan hanya berbicara tentang bekal fisik, tetapi juga bekal spiritual berupa ketakwaan yang diwujudkan melalui ketaatan kepada Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya.
Selain memperkuat iman, Tgk Wahyu juga mengajak jamaah memperbanyak amal saleh. Ia mengingatkan bahwa setiap amal, sekecil apa pun, akan mendapatkan balasan sebagaimana ditegaskan dalam Surah Az-Zalzalah ayat 7–8.
"Tidak ada amal yang sia-sia. Sekecil apa pun kebaikan yang kita lakukan akan diperlihatkan di hari kiamat," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan pentingnya segera bertaubat dan tidak menunda-nunda memperbaiki diri. Menurutnya, setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan, namun Allah SWT selalu membuka pintu ampunan bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh bertaubat.
Mengutip penjelasan Imam An-Nawawi, ia menyebut taubat yang benar harus disertai penyesalan, meninggalkan perbuatan dosa, dan memiliki tekad kuat untuk tidak mengulanginya.
Lebih lanjut, Tgk Wahyu menegaskan bahwa muhasabah tidak hanya menjadi tanggung jawab pribadi, tetapi juga keluarga. Ia merujuk Surah At-Tahrim ayat 6 yang memerintahkan umat Islam menjaga diri dan keluarganya dari api neraka melalui pendidikan agama dan keteladanan.
Menurutnya, muhasabah keluarga dapat diwujudkan dengan membiasakan ibadah bersama, memberikan pendidikan agama sejak dini, serta menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.
Menutup khutbahnya, Tgk Wahyu mengajak seluruh umat Islam menjadikan muhasabah sebagai kebiasaan setiap hari agar semakin dekat kepada Allah SWT dan memiliki bekal terbaik untuk kehidupan dunia maupun akhirat.