ACEH BESAR – Bulan Muharram menjadi salah satu bulan yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam.
Berbagai peristiwa penting yang dialami para nabi diyakini terjadi pada bulan pertama dalam kalender Hijriah tersebut dan menjadi pelajaran bagi umat Islam hingga saat ini.
Hal itu disampaikan Kasubbag Tata Usaha UPTD Pengembangan dan Pemahaman Al-Qur'an Dinas Syariat Islam Aceh, Tgk. Abdul Rani Adnan, S.Sos.I., M.A., saat menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Agung Almunawwarah, Kota Jantho, Jumat (3/7/2026), bertepatan dengan 18 Muharram 1448 Hijriah.
Baca Juga: Waktu Terasa Semakin Cepat, Benarkah Salah Satu Tanda Kiamat? Ini Penjelasan Ulama Dalam khutbahnya, Tgk. Abdul Rani menjelaskan sedikitnya ada lima keistimewaan Bulan Muharram yang menjadi bagian dari sejarah para nabi.
Keistimewaan pertama adalah diterimanya tobat Nabi Adam AS setelah melanggar larangan Allah untuk memakan buah khuldi.
Nabi Adam kemudian diturunkan ke bumi dan memohon ampun kepada Allah hingga tobatnya diterima.
Keistimewaan kedua adalah diselamatkannya Nabi Musa AS dari kejaran Fir'aun.
Pada peristiwa itu, Fir'aun beserta pasukannya ditenggelamkan sebagai bukti kekuasaan Allah.
"Hari ini jasat firum masih disimpan sebagai bukti atas azab Allah kepada orang yang membenci dakwah para Nabi," ungkapnya.
Peristiwa ketiga adalah keselamatan Nabi Yunus AS setelah berada di dalam perut ikan Nun selama beberapa pekan hingga akhirnya dimuntahkan kembali dalam keadaan selamat.
Menurut Tgk. Abdul Rani, selama berada di dalam perut ikan, Nabi Yunus senantiasa membaca doa:
"Lailahailla anta subhanaka innikuntumminadhalimin."