BANDA ACEH – Konsep Islam Berkemajuan kembali ditegaskan sebagai pendekatan Islam yang relevan dengan tantangan zaman dalam pengajian rutin Ahad Subuh di Masjid Taqwa Muhammadiyah, Banda Aceh, Minggu (21/6/2026).
Materi pengajian tersebut disampaikan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Aceh, Dr. H. Aslam Nur, MA, yang mengulas secara mendalam tentang makna, landasan, karakteristik, hingga implementasi Islam berkemajuan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pemaparannya, Aslam Nur menjelaskan bahwa Islam berkemajuan merupakan Islam yang menghadirkan nilai rahmatan lil 'alamin, tidak hanya berorientasi pada masa lalu, tetapi mampu menjawab tantangan modern di berbagai aspek kehidupan, baik spiritual, intelektual, maupun material.
Baca Juga: Majelis Al-Qur’an di Masjid Bukan Sekadar Kajian, Ini 4 Keutamaannya Ia juga menekankan bahwa konsep tersebut berakar dari Al-Qur'an Surah Ali Imran ayat 104, yang menegaskan pentingnya umat Islam untuk menyeru kepada kebaikan, amar ma'ruf nahi munkar, serta melakukan pembaruan atau tajdid secara berkelanjutan sebagaimana yang menjadi prinsip dalam gerakan Muhammadiyah.
Lebih lanjut, ia memaparkan karakteristik Islam berkemajuan, di antaranya berlandaskan Al-Qur'an dan As-Sunnah, terbuka terhadap ijtihad dan perkembangan ilmu pengetahuan, bersikap moderat (wasathiyah), serta berorientasi pada amal saleh yang membawa kemajuan dan pemberdayaan umat.
"Islam berkemajuan harus diwujudkan dalam kehidupan nyata, bukan hanya konsep. Mulai dari pendidikan, etos kerja, hingga kepedulian sosial," ujar Aslam dalam pengajian tersebut.
Menurutnya, implementasi nilai tersebut dapat dilakukan melalui penguatan pendidikan, peningkatan etos kerja yang jujur dan profesional, serta kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat tanpa membedakan latar belakang.
Ia menutup pemaparannya dengan mengajak umat Islam untuk menjadikan semangat Islam berkemajuan sebagai dorongan utama dalam membangun pribadi yang lebih baik serta berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.*
(dh)