Mengenal Arifah Choiri Fauzi: Srikandi dari Bangkalan yang Mengemban Tugas Sebagai Menteri PPPA

BITVonline.com - Selasa, 22 Oktober 2024 04:29 WIB

JAKARTA -Era baru kepemimpinan di bawah Presiden Prabowo Subianto telah resmi dimulai dengan pelantikan jajaran menteri yang membentuk Kabinet Merah Putih. Di antara nama-nama yang diambil sumpahnya, muncul sosok seorang srikandi yang menarik perhatian, yaitu Hj. Arifah Choiri Fauzi. Perempuan kelahiran 28 Juli 1969 ini berasal dari Bangkalan, Madura, Jawa Timur, dan kini menjabat sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia.

Arifah, yang akrab disapa dengan nama Arifah, merupakan politikus berpengaruh yang aktif dalam berbagai organisasi keagamaan dan politik. Ia adalah Sekretaris Pengurus Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dan juga anggota Komisi Informasi dan Komunikasi Majelis Ulama Indonesia. Melalui peran ini, Arifah menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan anak di Indonesia.

Jejak Karier dan Kontribusi

Sebelum bergabung dengan Kabinet Merah Putih, Arifah telah terlibat aktif dalam dunia politik dan sosial. Pada Pemilihan Umum Presiden 2024, ia dipercaya menjadi Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju. Pengalaman ini memberikan Arifah wawasan mendalam tentang tantangan yang dihadapi masyarakat, khususnya dalam isu-isu gender dan perlindungan anak.

Arifah juga dikenal sebagai seorang penulis produktif. Karya-karyanya, seperti “Kabar-kabar Kekerasan dari Bali,” mengupas peran media massa dalam pemberitaan terkait peristiwa-peristiwa besar, termasuk tragedi Bom Bali. Melalui tulisannya, ia berusaha untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya literasi dan pemahaman yang lebih baik terhadap isu-isu sosial.

Harapan untuk Masa Depan

Dalam kapasitas barunya sebagai Menteri PPPA, banyak yang berharap Arifah dapat membawa perubahan signifikan dalam kebijakan perlindungan perempuan dan anak. Di tengah tantangan yang dihadapi di Indonesia, seperti kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta ketidaksetaraan gender, peran Arifah sangat krusial.

“Saya berkomitmen untuk memperjuangkan hak-hak perempuan dan anak serta memastikan perlindungan yang layak bagi mereka,” ujar Arifah dalam kesempatan wawancara singkat setelah pelantikan. Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat sipil dan lembaga pemerintah lainnya, menjadi kunci dalam mencapai tujuan tersebut.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Agama

Prabowo Ungkap Dua Angka Keberuntungan dalam Hidupnya, 8 dan 13 Selalu Muncul

Agama

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat di Tabanan, Disambut Tari Kecak dan Yel-yel Siswa

Agama

Rumah Kosong 7 Tahun di Simalungun Dibobol Maling, 4 Pelaku dan Ratusan Barang Curian Diamankan

Agama

Anggota KKB Penembak Karyawan Freeport Ditangkap di Ilaga, Terancam Hukuman Seumur Hidup

Agama

Purbaya Ungkap Pemerintah Sudah Serap SBN Rp11 Triliun, Yield Obligasi Tetap Terkendali

Agama

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp75.700 per Kg, Bawang Merah Rp54.350