JAKARTA – Hari Jumat dalam ajaran Islam memiliki kedudukan istimewa dan dikenal sebagai sayyidul ayyam atau penghulu segala hari. Pada hari ini, umat Muslim dianjurkan memperbanyak doa, zikir, dan sholawat untuk meraih keberkahan.
Keutamaan hari Jumat disebutkan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, bahwa terdapat waktu mustajab di mana doa seorang Muslim tidak akan ditolak oleh Allah SWT.
Dalam Al-Qur'an, Allah SWT juga memerintahkan umat Islam untuk melaksanakan salat Jumat dan meninggalkan segala aktivitas dunia ketika azan telah dikumandangkan. Hal ini tercantum dalam Surah Al-Jumu'ah ayat 9:
Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat ke 5.987, Bursa Saham Menghijau di Awal Perdagangan يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkan jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."
Selain itu, terdapat sejumlah amalan yang dianjurkan pada hari Jumat. Salah satunya adalah memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam hadis riwayat Al-Baihaqi, Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap sholawat yang dibaca akan dibalas sepuluh kali lipat oleh Allah SWT.
Amalan lain yang dianjurkan adalah membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang membacanya akan mendapatkan cahaya penerang antara dua Jumat.
Selain itu, umat Muslim juga dianjurkan untuk mandi sebelum salat Jumat, memakai pakaian yang baik, dan berangkat ke masjid dengan tenang. Dalam hadis riwayat Ahmad, disebutkan bahwa orang yang melaksanakan salat Jumat dengan adab yang baik akan diampuni dosanya di antara dua Jumat.
Para ulama menegaskan bahwa hari Jumat menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah, memperkuat ketakwaan, serta memperbaiki kualitas spiritual melalui doa dan amal saleh.*
(d/dh)