Deliserdang – Penjabat (Pj) Bupati Deliserdang, Ir. Wiriya Alrahman, MM, mengikuti Evaluasi Kinerja Pelaksanaan Tugas Penjabat Kepala Daerah Triwulan II di Ruang Rapat Pertemuan Utama, Kantor Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Bupati memaparkan lima dari sepuluh indikator penilaian, termasuk inflasi, stunting, pengangguran, penyerapan anggaran, dan kemiskinan ekstrem.
Inflasi di Deliserdang
Pj Bupati menyampaikan bahwa inflasi di Kabupaten Deliserdang pada September 2024 tercatat sebesar 0,88 persen secara Year on Year (YoY), jauh lebih rendah dibandingkan dengan angka inflasi Provinsi Sumatera Utara dan nasional. Meskipun terjadi deflasi sebesar 0,29 persen pada Month to Month (M-to-M), harga kebutuhan pokok, khususnya cabai merah dan bawang merah, tetap terkendali di kisaran Rp20 ribuan.
“Penyebab utama inflasi adalah harga cabai merah dan bawang merah, namun kami telah melakukan berbagai upaya untuk mengendalikannya,” ungkapnya. Langkah-langkah yang diambil mencakup pelaksanaan Rapat Koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), operasi pasar, gerakan pasar murah, serta penanaman cabai merah dengan bantuan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumatera Utara.
Penurunan Angka Stunting
Dalam hal stunting, Bupati melaporkan bahwa jumlah balita yang mengalami stunting menurun dari 570 menjadi 352 balita setelah intervensi dilakukan. “Kami berkomitmen untuk menghilangkan stunting, bukan sekadar menurunkan angkanya,” tegasnya, menambahkan bahwa pihaknya melibatkan desa dengan dana desa dan berbagai program untuk memastikan keberhasilan ini.
Pengangguran Menurun
Pj Bupati juga mencatat penurunan jumlah pengangguran di Deliserdang, dari 86.572 orang pada tahun 2023 menjadi 41.502 orang pada September 2024. Pembentukan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri dan kerjasama dengan perusahaan melalui Memorandum of Understanding (MoU) menjadi salah satu upaya untuk mengurangi tingkat pengangguran.
Kemiskinan Ekstrem
Mengenai kemiskinan ekstrem, Bupati mengonfirmasi bahwa berdasarkan data Kementerian Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, jumlah penduduk miskin ekstrem di Deliserdang adalah nol jiwa. Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya tetap mendata dan memberikan bantuan kepada masyarakat miskin.
Penyerapan Anggaran yang Meningkat
Dalam hal penyerapan anggaran, Pj Bupati mengungkapkan adanya peningkatan signifikan. Di triwulan kedua tahun 2024, penyerapan anggaran mencapai 31,46 persen, dan meningkat menjadi 57,21 persen di triwulan ketiga. Berbagai langkah telah diambil untuk memastikan target pencapaian pendapatan asli daerah (PAD) dapat tercapai, termasuk penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) dan aplikasi sipd-deliserdang untuk mempercepat proses penatausahaan keuangan.
Evaluasi kinerja ini dihadiri oleh tim evaluator dari Itjen Kemendagri yang terdiri dari Brigjen Pol Rustam Mansur dan Drs Azwan MSi, serta pejabat lainnya. Pj Bupati berharap dengan langkah-langkah yang diambil, Deliserdang dapat terus bergerak maju dan mencapai target pembangunan yang diinginkan.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Pj Bupati optimis bahwa kabupaten ini dapat menjadi contoh dalam pengelolaan pemerintahan yang baik dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
(N/014)