BANDA ACEH - Sebanyak 392 jemaah haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) BTJ-02 menjadi rombongan pertama asal Aceh yang bergerak dari Makkah menuju Madinah setelah menuntaskan rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Keberangkatan jemaah BTJ-02 dijadwalkan berlangsung pada Minggu (7/6/2026) pukul 17.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Perpindahan ini menandai dimulainya fase keberangkatan jemaah haji Aceh dari Makkah menuju Madinah pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Ketua Kloter BTJ-02, H. Khairul Huda, mengatakan jumlah jemaah yang berangkat ke Madinah mengalami perubahan dibanding saat keberangkatan dari Embarkasi Aceh.
Baca Juga: Polda Aceh Gelar Car Free Day Hari Bhayangkara ke-80, Warga Padati Layanan Gratis dan Bazar UMKM "Saat berangkat dari Tanah Air, BTJ-02 berjumlah 391 jemaah. Namun satu jemaah wafat dan terdapat dua jemaah mutasi masuk, sehingga jumlah yang berangkat menuju Madinah menjadi 392 orang," ujar Khairul Huda.
Ia menjelaskan, satu jemaah yang wafat adalah H. Mahdi Muhammad Sufi asal Kabupaten Aceh Besar. Sementara dua jemaah yang mutasi masuk ke BTJ-02 yakni Fatimah Basyah dari Kloter BTJ-13 dan Mawardi Muhammad dari Kloter BTJ-08.
Menurut Khairul Huda, para jemaah menyambut antusias perjalanan menuju Kota Madinah setelah menyelesaikan seluruh tahapan utama ibadah haji.
"Alhamdulillah, semangat jemaah sangat baik. Kami terus mengingatkan agar menjaga kesehatan, memperhatikan waktu istirahat, dan mengikuti arahan petugas selama perjalanan maupun saat berada di Madinah," katanya.
Selama berada di Madinah, para jemaah dijadwalkan memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi, melaksanakan salat berjamaah, serta berziarah ke makam Rasulullah SAW dan sejumlah lokasi bersejarah lainnya.
Sementara itu, Dokter Kloter BTJ-02, dr. Hj. Balqis Susianty, memastikan seluruh jemaah yang akan diberangkatkan ke Madinah dalam kondisi sehat dan layak melakukan perjalanan.
"Hasil pemantauan tim kesehatan menunjukkan seluruh jemaah dalam kondisi baik. Kami terus mengingatkan agar jemaah menjaga hidrasi, mengonsumsi obat secara teratur bagi yang memiliki penyakit penyerta, serta menghindari aktivitas yang dapat menyebabkan kelelahan," ujarnya.
Menurut Balqis, suhu udara di Arab Saudi yang masih mencapai 44 derajat Celsius menjadi tantangan tersendiri bagi para jemaah sehingga disiplin menjaga kondisi tubuh sangat diperlukan.
Humas PPIH Embarkasi Banda Aceh, H. Darwin, menambahkan bahwa perpindahan jemaah dari Makkah ke Madinah merupakan bagian dari tahapan operasional haji yang telah dipersiapkan secara matang.