JAKARTA – Dalam ajaran Islam, kematian bukanlah akhir dari perjalanan manusia.
Setelah meninggal dunia, setiap manusia diyakini akan memasuki alam barzakh, yaitu alam pembatas antara kehidupan dunia dan kehidupan akhirat.
Secara bahasa, barzakh berarti batas atau pemisah antara dua hal.
Baca Juga: Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim Batubara Bersilaturahmi Bersama Jemaah Haji Kota Tanjungbalai Dalam literatur Islam, alam barzakh dipahami sebagai fase penantian sebelum datangnya hari kiamat dan dibangkitkannya seluruh manusia untuk mempertanggungjawabkan amal perbuatannya.
Menurut sejumlah ulama, kondisi manusia di alam barzakh berbeda-beda sesuai dengan amal yang dilakukan selama hidup di dunia.
Orang-orang yang beriman dan taat kepada Allah SWT akan memperoleh kenikmatan kubur berupa kelapangan dan ketenangan.
Sebaliknya, mereka yang banyak melakukan kemaksiatan dan mengingkari ajaran agama akan menghadapi kesulitan serta siksa kubur.
Dalam sebuah hadis riwayat Imam Tirmidzi disebutkan bahwa setelah seseorang dimakamkan, ia akan didatangi dua malaikat, yakni Munkar dan Nakir.
Keduanya akan mengajukan pertanyaan mengenai keimanan dan keyakinan seseorang semasa hidupnya.
Bagi orang yang mampu menjawab dengan benar, kuburnya akan dilapangkan dan diberi penerangan.
Namun bagi mereka yang tidak mampu menjawab, akan mendapatkan kesempitan dan siksaan hingga hari kebangkitan tiba.
Enam Tahapan Manusia Setelah Kiamat