JAKARTA - Sholawat Syifa menjadi salah satu amalan yang banyak diamalkan umat Muslim karena diyakini memiliki keutamaan sebagai doa untuk memohon kesehatan lahir dan batin.
Bacaan ini termasuk bagian dari sholawat kepada Nabi Muhammad SAW yang dianjurkan dalam Islam.
Dalam tradisi keilmuan Islam, sholawat memiliki banyak bentuk dan fadhilah.
Baca Juga: Jangan Lakukan 5 Dosa Ini Jika Tak Ingin Amal Kebaikan Hilang Sholawat Syifa secara khusus dikenal sebagai salah satu doa yang dikaitkan dengan permohonan kesembuhan.
Meski demikian, para ulama menekankan bahwa sholawat pada dasarnya merupakan bentuk pujian dan doa kepada Nabi, sebagaimana diperintahkan dalam Al Quran surah Al Ahzab ayat 56.
Ayat tersebut menegaskan bahwa Allah dan para malaikat bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, sehingga umat Islam diperintahkan untuk turut bershalawat dan mengucapkan salam penghormatan kepadanya.
Bacaan Sholawat Syifa sendiri berbunyi:
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا وَعَافِيَةِ اْلأَبْدَانِ وَشِفَائِهَا وَنُوْرِ اْلأَبْصَارِ وَضِيَائِهَا وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ
"Allahumma sholli 'ala Sayyidina Muhammadin thibbil qulubi wa dawa-iha wa 'afiyatil abdani wa syifa-iha wa nuril abshori wa dhiya-iha wa 'ala alihi wa shohbihi wa sallim."
Artinya, "Ya Allah, curahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad sebagai penawar hati, penyembuh jiwa dan badan, serta cahaya bagi penglihatan. Semoga shalawat dan salam juga tercurah kepada keluarga serta para sahabatnya."
Dalam sejumlah literatur keislaman,
Sholawat Syifa dianjurkan untuk dibaca kapan saja, namun lebih utama diamalkan secara rutin dan istiqomah.
Bacaan ini juga kerap dianjurkan dibaca setelah salat fardu maupun salat sunnah sebagai bentuk doa perlindungan dari penyakit lahir dan batin.