JAKARTA – Ulama kharismatik Indonesia, Said Aqil Siroj, mengingatkan pentingnya menjaga diri dari dorongan hawa nafsu yang dinilai menjadi tantangan terbesar dalam kehidupan manusia.
Dalam tausiyah yang disampaikan kepada jamaah, Kyai Said menjelaskan bahwa inspirasi atau dorongan yang masuk ke dalam diri manusia memiliki empat sumber yang berbeda, yakni berasal dari Allah, malaikat, setan, dan hawa nafsu.
Menurut dia, apabila dorongan tersebut datang dari Allah, maka disebut sebagai hidayah yang akan mengarahkan manusia kepada kebaikan dan jalan yang benar.
Baca Juga: Jemaah Haji Bangkalan Sempat Tak Terima Makanan di Mina, Kemenhaj Buka Suara Sementara itu, apabila datang dari malaikat, dorongan tersebut berupa ilmu pengetahuan, kecerdasan, dan kebijaksanaan yang membimbing manusia dalam memahami berbagai persoalan kehidupan.
"Jika datang dari Allah namanya hidayah. Jika datang dari malaikat namanya ilmu atau kecerdasan yang membimbing manusia kepada pemahaman dan kebijaksanaan," ujar Kyai Said.
Ia menjelaskan, sumber ketiga berasal dari setan yang dikenal sebagai wasawis atau bisikan-bisikan yang mengajak manusia melakukan penyimpangan.
Namun, menurutnya, godaan tersebut masih relatif lebih mudah dilawan dibandingkan dorongan yang berasal dari hawa nafsu.
Kyai Said menegaskan bahwa sumber dorongan yang paling sulit dikendalikan adalah hawajis atau dorongan hawa nafsu yang berasal dari dalam diri manusia sendiri.
Menurut dia, berbagai tindakan kejahatan yang dilakukan secara terencana, sistematis, dan penuh perhitungan sering kali bukan semata-mata dipicu oleh godaan setan, melainkan oleh dorongan hawa nafsu yang tidak terkendali.
"Ketika seseorang melakukan kejahatan secara terencana, tersusun baik dan rapi, itu bukan semata-mata godaan setan, melainkan dorongan dari nafsunya sendiri," katanya.
Ia menambahkan, tarikan hawa nafsu dapat muncul kapan saja dan di mana saja, baik ketika seseorang berada di rumah, tempat kerja, maupun di lingkungan ibadah sekalipun.
Karena itu, pengendalian diri menjadi salah satu kunci utama dalam menjaga kualitas keimanan seseorang.