JAKARTA – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan masyarakat nonmuslim juga berhak menerima daging hewan kurban pada momentum Hari Raya Iduladha.
Menurut dia, semangat kurban dalam Islam tidak hanya ditujukan bagi umat Muslim, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian sosial kepada seluruh masyarakat yang membutuhkan tanpa memandang latar belakang agama.
"Termasuk juga nonmuslim juga berhak untuk mendapatkan hewan kurban. Inilah Islam," kata Nasaruddin Umar di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis, 28 Mei 2026.
Baca Juga: Sambut Idul Adha 1447 H, INALUM Salurkan 107 Hewan Kurban di Sumatera Utara Ia mengatakan ribuan hewan kurban yang disembelih setiap Iduladha diharapkan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan asupan gizi dan protein.
Nasaruddin juga menyebut partisipasi dalam penyediaan hewan kurban maupun pembagian daging tidak terbatas hanya bagi umat Islam.
Menurut dia, siapa pun dapat ikut berkontribusi membantu masyarakat melalui momentum Iduladha.
"Kalau ada nonmuslim mau ikut berpartisipasi, menggunakan kesempatan ini memberikan kontribusinya untuk memberikan gizi dan protein kepada masyarakat, itu juga merupakan satu tindakan yang terpuji," ujarnya.
Ia mengungkapkan Masjid Istiqlal turut menerima sejumlah hewan kurban berupa sapi dan kambing dari lembaga nonmuslim yang kemudian disalurkan kepada masyarakat.
Menurut Nasaruddin, nilai utama kurban adalah semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama manusia.
"Kurban itu bukan hanya untuk umat Islam, tetapi untuk siapa pun yang kelaparan, siapa pun yang membutuhkan," katanya.
Ia juga mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menekankan pentingnya memastikan tidak ada masyarakat yang kelaparan pada hari raya, tanpa membedakan agama maupun latar belakang.
"Ada hadis nabi, ada seorang perempuan Yahudi kelaparan pada hari itu. Kata Rasulullah, tidak boleh ada yang kelaparan apa pun agamanya," ujar Nasaruddin.