JAKARTA - Jelang Idul Adha 1447 H atau 2026 M, umat Islam kembali diingatkan pada salah satu momentum ibadah yang dinilai memiliki keutamaan besar, yakni puasa sunnah pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijah.
Di antara rangkaian ibadah tersebut, puasa Tarwiyah pada 8 Zulhijah dan puasa Arafah pada 9 Zulhijah menjadi amalan yang paling ditekankan.
Dasar keutamaan sepuluh hari awal Zulhijah merujuk pada sejumlah hadits, salah satunya riwayat Ibnu Abbas RA yang menyebutkan bahwa tidak ada amal yang lebih utama dibanding amal pada hari-hari tersebut, bahkan melebihi jihad di jalan Allah, kecuali bagi mereka yang berjuang dengan jiwa dan harta hingga tidak kembali.
Baca Juga: Kemenag Gelar Sidang Isbat Penentuan Idul Adha 1447 H Hari Ini, 88 Titik Pantau Hilal Disiapkan Jadwal Puasa Sunnah Zulhijah 2026
Berdasarkan keputusan sidang isbat Kementerian Agama (Kemenag), 1 Zulhijah 1447 H ditetapkan jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Sementara Idul Adha diperingati pada Rabu, 27 Mei 2026.
Dengan demikian, berikut jadwal puasa sunnah Zulhijah yang dapat dijalankan umat Islam:
18 Mei 2026: Puasa 1 Zulhijah19 Mei 2026: Puasa 2 Zulhijah20 Mei 2026: Puasa 3 Zulhijah21 Mei 2026: Puasa 4 Zulhijah22 Mei 2026: Puasa 5 Zulhijah23 Mei 2026: Puasa 6 Zulhijah24 Mei 2026: Puasa 7 Zulhijah25 Mei 2026: Puasa Tarwiyah (8 Zulhijah)26 Mei 2026: Puasa Arafah (9 Zulhijah)
Puasa ini dianjurkan dilakukan sejak awal bulan hingga menjelang Idul Adha, sebagai upaya meraih keutamaan spiritual di salah satu periode paling mulia dalam kalender Islam.
Tata Cara Puasa Zulhijah, Tarwiyah, dan Arafah
Secara umum, tata cara pelaksanaan puasa sunnah ini tidak berbeda dengan puasa pada umumnya. Perbedaannya hanya terletak pada niat.
Adapun tata caranya meliputi:
- Membaca niat sebelum fajar- Melaksanakan sahur- Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa- Menjaga lisan, perilaku, dan perbuatan- Menyegerakan berbuka puasa- Memperbanyak doa dan zikir