BANDA ACEH — Ibadah kurban tidak semata dimaknai sebagai ritual penyembelihan hewan saat Hari Raya Idul Adha, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian sosial terhadap sesama, terutama masyarakat yang membutuhkan.
Pesan itu disampaikan Pimpinan Dayah Shirathal Mustaqim Misrul Mu'arif Al-Aziziyah, Sulaiman Qari, dalam khutbah Jumat di Masjid As Sajidin, Jumat, 15 Mei 2026, bertepatan dengan 27 Dzulqaidah 1447 Hijriah.
Dalam khutbahnya, Sulaiman mengingatkan bahwa Idul Adha harus menjadi momentum untuk memperkuat nilai gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Baca Juga: Beri Semangat kepada Peserta, Bupati Baharuddin Hadir di Acara MTQ XIX Tingkat Kabupaten Batu Bara "Tidak boleh ada tetangga yang kelaparan saat sebagian masyarakat hidup dalam kecukupan. Idul Adha harus menjadi momentum menghidupkan kembali budaya gotong royong dan saling membantu," ujarnya.
Menurut dia, Idul Adha memiliki makna yang luas, tidak hanya berkaitan dengan ketaatan kepada Allah, tetapi juga nilai cinta, kemanusiaan, dan pengorbanan.
Berkurban, kata dia, menjadi sarana melatih keikhlasan dengan melepaskan ego, mengikis sifat kikir, serta mengurangi kecintaan berlebihan terhadap harta duniawi.
Dalam khutbah tersebut, ia juga mengutip Surah Al-Kautsar ayat 2 yang berisi perintah mendirikan salat dan berkurban sebagai bentuk ibadah sekaligus pendekatan diri kepada Allah.
Sulaiman menegaskan bahwa ibadah kurban memiliki dimensi sosial yang kuat karena Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga hubungan antarsesama manusia.
"Ibadah kurban mengajarkan kita berbagi kepada fakir miskin dan masyarakat yang jarang menikmati daging. Dari situ tumbuh empati dan solidaritas sosial," katanya.
Ia menambahkan, pembagian daging kurban juga menjadi sarana mempererat persatuan serta meringankan beban ekonomi masyarakat yang membutuhkan.
Menurut dia, nilai filantropi Islam tercermin jelas dalam pelaksanaan ibadah kurban yang membawa manfaat luas bagi kehidupan sosial masyarakat.
Sulaiman berharap ibadah kurban yang dijalankan umat Islam dapat diterima Allah serta mampu membentuk pribadi yang lebih peduli terhadap sesama.