BANDA ACEH - Islam menegaskan prinsip kemudahan dalam setiap aspek kehidupan manusia, termasuk dalam urusan ibadah maupun interaksi sosial, sehingga umatnya dilarang untuk mempersulit urusan sesama.
Hal itu disampaikan Mahasiswa Doktor Studi Islam Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Tgk. Alwy Akbar Al Khalidi, saat menyampaikan khutbah Jumat di Masjid At-Tauhid Gampong Geuceu Iniem, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh, Jumat (1/5/2026).
Dalam khutbahnya, ia menegaskan bahwa Allah SWT tidak pernah menjadikan agama sebagai beban yang menyulitkan bagi umat manusia, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an Surat Al-Hajj ayat 78.
Baca Juga: Pigai Klarifikasi Wacana Status Aktivis HAM: Bukan Membatasi, tapi Lindungi Pembela HAM "Dan Dia (Allah) tidak menjadikan kesulitan untukmu dalam agama," ujar Tgk. Alwy mengutip ayat tersebut.
Ia juga mengutip hadis Nabi Muhammad SAW riwayat Imam Al-Bukhari dari Anas bin Malik yang menegaskan pentingnya mempermudah urusan sesama manusia.
"Permudahlah dan jangan mempersulit, tenangkanlah dan jangan membuat orang lari," kata dia menjelaskan isi hadis tersebut.
Menurutnya, prinsip mempermudah ini berlaku dalam seluruh aspek kehidupan, baik urusan duniawi maupun akhirat. Setiap Muslim, kata dia, dianjurkan untuk membantu orang lain selama dalam kapasitas yang mampu dilakukan.
Ia menegaskan, Islam mengajarkan agar umatnya tidak menyulitkan orang lain, bahkan dalam hal kecil sekalipun, termasuk dalam urusan pelayanan dan tanggung jawab sehari-hari.
"Jika ada orang yang membutuhkan pertolongan, maka kita wajib mempermudah urusannya, bukan justru menyulitkan," ujarnya.
Tgk. Alwy juga menjelaskan bahwa mempermudah urusan orang lain tidak berarti melanggar aturan atau mengabaikan prosedur yang berlaku, melainkan memberikan pelayanan yang cepat, jelas, dan tidak berbelit.
Dalam kehidupan sehari-hari, ia mencontohkan sikap sederhana seperti merespons pesan atau permintaan bantuan dengan baik, tidak menunda kewajiban, serta menunaikan hak orang lain tepat waktu.
"Menunda tanpa alasan yang sah bisa menjadi bentuk kezaliman kepada diri sendiri dan orang lain," tegasnya.