LABUHANBATU SELATAN - Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) menggelar prosesi adat upah-upah atau tepung tawar bagi jamaah calon haji di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Desa Hadundung, Minggu (26/4/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Bupati Labusel Fery Sahputra Simatupang, didampingi Wakil Bupati Syahdian Purba Siboro, serta dihadiri sejumlah unsur Forkopimda, DPRD, tokoh agama, hingga perwakilan Kementerian Agama Republik Indonesia.
Prosesi upah-upah ini merupakan tradisi masyarakat sebagai bentuk rasa syukur sekaligus doa bagi para jamaah yang akan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.
Baca Juga: Pemerintah Percepat Proyek Kereta Api Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi Jadi Prioritas Nasional Wakil Bupati Syahdian menyampaikan bahwa kesempatan menunaikan ibadah haji merupakan anugerah yang tidak semua orang dapatkan, mengingat keterbatasan kuota setiap tahunnya.
"Atas nama pribadi, keluarga, dan pemerintah daerah, kami mengucapkan selamat kepada seluruh jamaah calon haji. Ini merupakan rahmat dan kesempatan yang patut disyukuri," ujarnya.
Ia juga mengingatkan jamaah untuk menjaga kesehatan fisik dan mental, serta menyiapkan diri secara ikhlas selama menjalankan ibadah.
Sementara itu, Bupati Fery Sahputra Simatupang berpesan agar para jamaah menjaga kekompakan dan saling tolong-menolong selama berada di Tanah Suci.
"Sehat saat berangkat, sehat pula saat kembali ke tanah air," pesannya.
Wakil Ketua DPRD Labusel Irmayanti Siregar turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai tradisi upah-upah mencerminkan harmonisasi antara nilai budaya dan agama yang tetap terjaga di tengah masyarakat.
Pada musim haji tahun ini, jumlah jamaah calon haji asal Labusel tercatat sebanyak 147 orang, terdiri dari 80 perempuan dan 67 laki-laki, termasuk satu petugas haji daerah.
Rinciannya, jamaah berasal dari beberapa kecamatan seperti Kotapinang, Torgamba, Sungai Kanan, Kampung Rakyat, dan Silangkitang.
Terdapat dua jamaah lanjut usia yang menjadi perhatian, yakni Adjam Nasution (84) dari Sungai Kanan sebagai jamaah tertua laki-laki, serta Siti Aisyah (71) dan Audanarti Marzuki Abdullah dari Silangkitang sebagai jamaah tertua perempuan.