MAKKAH – Pemerintah menetapkan lima wilayah utama sebagai basis akomodasi jemaah haji Indonesia di Makkah pada penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M. Kelima wilayah tersebut meliputi Syisya, Raudhah, Misfalah, Jarwal, dan Aziziyah yang dibagi ke dalam sepuluh sektor pelayanan.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Ihsan Faisal, mengatakan pembagian sektor tersebut dilakukan untuk mempermudah pengelolaan dan pemetaan jemaah berdasarkan embarkasi asal di Indonesia.
"Di Makkah ini ada 10 sektor yang masing-masing menaungi jemaah berbasis embarkasi," ujar Ihsan, Sabtu (25/4/2026).
Baca Juga: 13 WNI Dicegah Berangkat Haji ke Arab Saudi, Diduga Gunakan Visa Kerja Tidak Sesuai Aturan Dari seluruh sektor yang ada, Aziziyah menjadi wilayah dengan kapasitas terbesar. Sektor ini tercatat menampung lebih dari 21.500 jemaah haji Indonesia dalam satu kawasan akomodasi.
"Sektor 10 di Aziziyah itu kapasitasnya besar, 21.500 sekian jemaah, dan itu menjadikannya sebagai satu sektor mandiri," katanya.
Dengan kapasitas tersebut, Aziziyah menjadi salah satu titik penting dalam pengelolaan distribusi jemaah, termasuk dalam aspek logistik, mobilitas, dan pelayanan selama berada di Makkah.
Pemerintah memastikan seluruh sektor akomodasi telah dipersiapkan untuk menyambut kedatangan kloter pertama jemaah haji Indonesia. Pengaturan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan serta kelancaran ibadah jemaah selama di Tanah Suci.*
(in/dh)