BANDA ACEH – Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) menggelar acara silaturahmi sekaligus pelepasan resmi bagi delapan dosen, tenaga kependidikan, serta keluarga besar kampus yang akan menunaikan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M.
Acara tersebut berlangsung di Masjid H. Jaafar Hanafiah, lingkungan Kampus Unmuha, Banda Aceh, Jumat (24/4/2026) sore, dan dihadiri langsung oleh Rektor Unmuha, Dr. Aslam Nur, MA, bersama jajaran wakil rektor serta sivitas akademika.
Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa kegiatan pelepasan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk dukungan moral dan spiritual bagi para jamaah haji dari lingkungan kampus.
Baca Juga: Innalillahi, 1 Jemaah Haji Wafat di Madinah Akibat Serangan Jantung, 3 Dirujuk ke RS di Tengah Cuaca Panas "Kegiatan ini adalah manifestasi dukungan kolektif dan doa bersama. Kita berharap para jamaah diberikan kekuatan fisik serta kemudahan dalam menunaikan setiap rukun haji hingga kembali dengan predikat haji mabrur," ujar Dr. Aslam Nur.
Ia juga berpesan agar para jamaah menjaga kondisi kesehatan selama berada di Tanah Suci, mengingat ibadah haji membutuhkan ketahanan fisik yang prima dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah.
Menurutnya, kondisi fisik yang baik menjadi salah satu faktor penting agar ibadah dapat berjalan lancar dan sempurna.
Selain itu, Rektor juga menitipkan doa kepada para jamaah untuk kemajuan dan keberkahan Universitas Muhammadiyah Aceh di masa mendatang.
"Semoga di tempat-tempat mustajab, para jamaah turut mendoakan kemajuan Unmuha," tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Unmuha juga menghadirkan Ustaz H. Fakhruddin Lahmuddin, M.Pd untuk memberikan tausiah dan penguatan spiritual kepada para jamaah serta sivitas akademika yang hadir. Tausiah ini diharapkan menjadi bekal mental dan spiritual sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Tahun ini, Unmuha melepas delapan orang jamaah yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, dan keluarga besar kampus. Di antaranya Ibu Irmawati, SE., M.Si, Ibu Eka Sari, Bapak Said Firdaus, Ismail Hasan, Prof. Dr. Faisal A. Rani, Bapak Daud Yusuf, Dr. A. Gani Isa, serta Bapak Rezha Fata.*
(dh)