LANGSA – Ustaz Sanjaya Abdullah mengingatkan pentingnya menjadi mukmin yang kuat secara iman, mental, dan akhlak, bukan pribadi yang rapuh apalagi mudah terseret emosi dan dendam.
Pesan tersebut disampaikan dalam pengajian rutin Jumat Subuh di Masjid Taqwa Muhammadiyah Kota Langsa, Jumat, 24 April 2026.
Dalam ceramahnya, Sanjaya menekankan bahwa kehidupan tidak selalu berjalan sesuai harapan.
Baca Juga: Mengapa Islam Melarang Duduk di Antara Tempat Panas dan Teduh Sekaligus? Ini Penjelasannya Ujian bisa datang dalam berbagai bentuk, mulai dari tekanan ekonomi, persoalan keluarga, hingga ucapan orang lain yang menyakitkan.
"Islam tidak mengajarkan kita menjadi pribadi yang mudah tersinggung, mudah marah, atau berlarut dalam kekecewaan. Mukmin yang kuat adalah mereka yang mampu mengendalikan diri," ujar Sanjaya di hadapan jamaah.
Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa mukmin yang kuat lebih dicintai Allah dibanding mukmin yang lemah, meskipun keduanya memiliki kebaikan.
Kekuatan yang dimaksud, menurut dia, bukan sekadar fisik, tetapi kekuatan iman, kesabaran, dan keteguhan dalam menghadapi ujian.
Sanjaya juga mengingatkan bahwa ukuran kekuatan dalam Islam bukanlah kemampuan fisik atau keberanian meluapkan amarah, melainkan kemampuan menahan emosi.
"Orang kuat bukan yang pandai bergulat, tapi yang mampu mengendalikan diri saat marah," katanya, mengutip hadis riwayat Bukhari dan Muslim.
Ia menyoroti fenomena sosial saat ini, di mana banyak orang mudah tersinggung dan cepat berprasangka buruk.
Menurutnya, sikap seperti itu dapat merusak hubungan sosial dan kesehatan batin.
"Sedikit dikritik langsung marah, sedikit berbeda pendapat langsung menjauh. Padahal belum tentu orang lain berniat buruk," ujarnya.