BANDA ACEH – Umat Islam diingatkan untuk senantiasa menjaga sifat istiqamah atau konsistensi dalam menjalankan ibadah dan kebaikan sebagai salah satu akhlak yang dicintai Allah SWT.
Pesan tersebut disampaikan oleh Imum Chik Masjid Baitushadiqien Kemukiman Baet, Aceh Besar, Tgk Muhammad Yusuf, dalam khutbah Jumat di Masjid Al Anshar, Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Jumat (17/4/2026).
Dalam khutbahnya, Tgk Muhammad Yusuf menjelaskan bahwa secara bahasa istiqamah berarti lurus dan konsisten, sedangkan secara istilah merupakan keteguhan hati dalam menjalankan kebenaran serta terus beribadah tanpa mudah goyah oleh kondisi.
Baca Juga: Viral Sumpah Injak Al-Qur’an di Lebak, PBNU Ajak Umat Jaga Adab dan Kehormatan Kitab Suci Ia menyoroti fenomena yang kerap terjadi di masyarakat, di mana semangat beribadah hanya tinggi di awal, namun perlahan menurun seiring waktu. Padahal, menurutnya, Allah sangat memuliakan hamba yang mampu menjaga konsistensi dalam kebaikan hingga akhir hayat.
"Orang yang istiqamah akan mendapatkan ketenangan, tidak diliputi rasa takut dan sedih, serta mendapat kabar gembira berupa surga," ujarnya mengutip firman Allah dalam Surah Fushshilat ayat 30.
Ia menegaskan bahwa istiqamah tidak hanya terbatas pada ibadah ritual seperti salat dan puasa, tetapi juga mencakup konsistensi dalam menjaga akhlak, kejujuran dalam bekerja, serta menjauhi perbuatan maksiat.
Selain itu, Tgk Muhammad Yusuf juga mengutip hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus meskipun kecil.
"Ini menunjukkan bahwa konsistensi lebih utama daripada amalan besar yang hanya dilakukan sesekali," jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa dalam Surah Al-Ahqaf ayat 13–14 disebutkan bahwa orang-orang yang istiqamah akan terbebas dari rasa takut dan sedih, serta menjadi penghuni surga sebagai balasan atas amalnya.
Ia mengibaratkan istiqamah seperti seorang pelari yang tidak hanya cepat di awal, tetapi mampu mencapai garis akhir dengan kekuatan yang terjaga.
Di akhir khutbah, ia mengajak seluruh jamaah untuk terus memperbaiki niat dan tidak mudah bosan dalam berbuat kebaikan, serta segera bangkit ketika terjatuh dalam kelalaian.
"Pintu tobat selalu terbuka. Semoga kita semua diberi kekuatan iman dan keteguhan hati untuk terus istiqamah hingga akhir hayat," pungkasnya.*