BANDA ACEH - Doa bukan sekadar rangkaian kata-kata permintaan, melainkan sebuah bentuk penghambaan dan "senjata" bagi umat beriman.
Namun, agar doa lebih berpeluang menembus langit, umat Islam perlu memahami waktu, tempat, hingga adab-adabnya.
Hal tersebut disampaikan oleh Ustaz Dr. H. Muharrir Asy'ari, Lc., M.Ag. dalam Pengajian Rutin Ahad Subuh di Masjid Taqwa Muhammadiyah, Banda Aceh, Minggu (12/4/2026).
Baca Juga: Perundingan AS-Iran Dimulai di Pakistan, Bahas Peluang Perdamaian Timur Tengah Dalam tausiyahnya, Rektor Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) ini mengupas tuntas soal tempat-tempat istimewa untuk bermunajat.
"Doa itu adalah ibadah. Agar lebih mudah dikabulkan, kita perlu tahu di mana saja tempat-tempat yang mustajab," ujar Dr. Muharrir mengutip hadis riwayat Tirmidzi.
3 Tempat Utama yang Mustajab
Berdasarkan tuntunan Rasulullah SAW, Dr. Muharrir menyebutkan setidaknya ada tiga area krusial, terutama saat menjalankan ibadah di tanah suci:
1. Bukit Shafa dan Marwah: Rasulullah SAW mencontohkan untuk menghadap kiblat, bertakbir, bertahmid, dan mengangkat tangan saat berada di sini.
2. Di Dalam Ka'bah: Tempat ini merupakan pusat tauhid yang memiliki keutamaan besar bagi mereka yang berkesempatan masuk dan berdoa di dalamnya.
3. Tempat Melempar Jumrah & Masy'aril Haram: Doa yang dipanjatkan setelah melempar Jumrah Ula dan Wustha serta di Muzdalifah dikenal sangat dekat untuk dikabulkan karena dilakukan di saat ibadah yang penuh keikhlasan.
Hati-hati dengan Penghalang Doa
Meski berdoa di tempat paling mulia sekalipun, Dr. Muharrir mengingatkan bahwa ada "kerikil" yang bisa menghambat doa sampai ke hadirat Allah SWT. Salah satu yang paling fatal adalah persoalan harta dan makanan.