JAKARTA — Nabi Sulaiman AS dikenal sebagai nabi yang dianugerahi kekayaan dan kerajaan yang luar biasa.
Dalam Al-Qur'an, doa beliau memohon kekayaan dan kelapangan rezeki termaktub dalam surah Shad ayat 35.
Doa ini menjadi rujukan bagi umat Islam yang ingin memohon kelancaran rezeki dengan cara yang sesuai syariat.
Baca Juga: Takdir Mubram dan Muallaq: Memahami Ketetapan Allah dan Peran Usaha Manusia Doa Nabi Sulaiman berbunyi:
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَهَبْ لِي مُلْكًا لَّا يَنبَغِي لِأَحَدٍ مِنْ بَعْدِي إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُRabbighfir lii wahab lii mulkal laa yambaghii li-ahadim mim ba'dii innaka antal wahhaab.Artinya: "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang pun sesudahku. Sesungguhnya, Engkaulah Yang Maha Pemberi."
Menurut tafsir ringkas Kementerian Agama RI, doa ini menunjukkan bagaimana Nabi Sulaiman AS bertobat, memohon ampunan, sekaligus memohon kekuasaan dan kekayaan yang luar biasa, yang kemudian diikuti dengan berbagai kemudahan dari Allah SWT, termasuk tunduknya angin, jin, dan makhluk lain untuk membantunya dalam mengelola kerajaan.
Selain doa memohon kekayaan, Al-Qur'an juga menekankan doa untuk selalu bersyukur atas nikmat Allah.
Contohnya terdapat dalam surah An-Naml ayat 19, yang mengajarkan umat Islam untuk senantiasa bersyukur dan mengerjakan amal saleh.
Nabi Sulaiman AS juga pernah mengamalkan doa untuk meluluhkan hati seseorang, seperti dalam kisah Ratu Bilqis, yang tercatat dalam surah An-Naml ayat 30-31, untuk mendekatkan Ratu Bilqis kepada kebenaran dan menyembah Allah SWT.
Dalam perspektif Islam, memohon rezeki dan kekayaan bukanlah larangan, selama diperoleh dan digunakan sesuai syariat.
Sebagaimana dijelaskan dalam surah Al-Baqarah ayat 261, Allah melipatgandakan pahala orang yang menafkahkan hartanya di jalan-Nya, bagaikan satu biji benih yang menumbuhkan seratus biji.
Doa Nabi Sulaiman AS menjadi inspirasi bagi umat Islam untuk senantiasa berdoa, bersyukur, dan memohon rezeki yang halal, sekaligus mengingatkan pentingnya akhlak dan kepatuhan terhadap perintah Allah SWT.*