MEDAN — Dalam tausyiah singkat yang disampaikan di Mesjid Isti'ada, Jalan Amal Medan, pada Sabtu (07/03/2026), Ustad H. Marasonang Siregar mengajak jamaah untuk memperbanyak amalan istighfar dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, meskipun tampak sederhana, perbanyak istighfar memiliki dampak besar bagi kehidupan dunia dan akhirat.
Ustad H. Marasonang menjelaskan bahwa saat ini umat Islam tengah berada dalam "perang kecil", namun yang lebih besar adalah "perang terhadap diri sendiri" atau jihad melawan kelemahan pribadi.
Baca Juga: Safari Ramadan DPW Syarikat Islam Sumut dan LAZ Salam Pererat Silaturahmi di Masjid Ubudiyah Binjai "Perang besar itu adalah jihad terhadap diri kita. Ketika kita lemah, maka kita akan terjebak dalam berbagai godaan dan dosa. Jika jihad ini gagal, maka kembalilah kepada Allah, perbanyak istighfar dan mohon ampun," ujarnya.
Menurutnya, orang yang memperbanyak istighfar adalah mereka yang diberi kesempatan oleh Allah untuk kembali ke jalan yang benar.
"Ketika seseorang mengutamakan istighfar, ia akan mendapatkan keutamaan dalam hidupnya. Hajat dan doa-doanya akan disampaikan oleh Allah," tambah Ustad H. Marasonang.
Amalan istighfar, yang berarti memohon ampun kepada Allah, menurut Ustad Marasonang, menjadi salah satu cara untuk membersihkan hati dan jiwa.
Selain itu, istighfar juga menjadi sarana untuk memperbaiki hubungan dengan Allah dan memperkuat ketakwaan.
Tausyiah singkat tersebut mendapat sambutan hangat dari jamaah yang hadir.
Ustad H. Marasonang menutup ceramahnya dengan mengingatkan kembali pentingnya istighfar sebagai amalan yang tidak hanya memberi manfaat bagi diri sendiri tetapi juga untuk kehidupan yang lebih baik di dunia dan akhirat.*
(ad)