JAKARTA – Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menyatakan kesiapannya memfasilitasi organisasi masyarakat (ormas) Islam di Indonesia untuk duduk bersama membahas penyatuan penetapan 1 Ramadhan.
Menurut Menag, langkah ini dimaksudkan agar seluruh pihak memiliki pandangan yang lebih seragam terkait awal ibadah puasa.
"Saya selaku Menteri Agama akan menjadi pendengar aktif terlebih dahulu kepada seluruh ormas. Kita akan mendatangi dan mendengarkan secara aktif, sehingga nanti kita juga akan memiliki konsep-konsep yang matang, termasuk masukan para pakar di bidangnya masing-masing," ujar Nasaruddin, Selasa (17/2/2026).
Baca Juga: Presiden Prabowo Tiba di Washington DC, Siap Hadiri Tiga Agenda Strategis Menag optimistis perbedaan metodologi penetapan awal Ramadhan dapat saling menyesuaikan.
Ia menyinggung, pada awal masa kemerdekaan Indonesia, semua pihak kompak dalam menentukan 1 Ramadhan, dan hal itu bisa menjadi pijakan untuk kembali mencari titik temu.
"Sekian puluh tahun awal Indonesia merdeka selalu kompak. Kenapa belakangan ini ada perbedaan? Ini yang perlu kita carikan titik temunya. Insyaallah, saya akan sowan kepada tokoh-tokoh yang memiliki otoritas untuk membicarakan hal ini," tambah Nasaruddin.*
(oz/dh)