BANDA ACEH – Salat Tarawih perdana warga Muhammadiyah di Banda Aceh, Selasa malam, 17 Februari 2026, dipadati jamaah.
Masjid Taqwa Muhammadiyah yang berada di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kota Banda Aceh, tampak penuh sejak awal pelaksanaan ibadah.
Jamaah yang hadir tidak hanya berasal dari Banda Aceh, tetapi juga dari wilayah Aceh Besar serta masyarakat sekitar. Mereka datang untuk melaksanakan Tarawih malam pertama Ramadan 1447 Hijriah.
Baca Juga: Polda Aceh Tanam 10.000 Mangrove di Banda Aceh, Wujud Nyata Program Green Policing dan Pelestarian Pesisir Bertindak sebagai imam adalah Muhammad Ikhwan MH, sedangkan ceramah disampaikan oleh Guru Besar UIN Ar-Raniry, Al Yasa' Abubakar. Dalam tausiyah singkatnya, Al Yasa' membahas perbedaan dalam penentuan awal Ramadan.
Menurut dia, perbedaan metode rukyat dan hisab dalam menetapkan awal bulan hijriah merupakan hal yang lazim dalam khazanah fikih Islam. Keduanya, kata dia, memiliki dasar dalil masing-masing.
"Perbedaan dalam menentukan awal Ramadan adalah hal biasa. Baik rukyat maupun hisab sama-sama memiliki landasan. Dengan adanya perbedaan, kita bisa memperoleh rahmat," ujarnya.
Ia juga menyinggung perkembangan ilmu pengetahuan yang memungkinkan penentuan awal Ramadan dilakukan secara lebih presisi.
Menurutnya, Muhammadiyah tidak terikat pada satu mazhab tertentu, melainkan menggunakan pendekatan manhaj yang merujuk pada berbagai mazhab. Persoalan rukyat dan hisab, kata dia, termasuk ranah khilafiyah.
Muhammadiyah, lanjut Al Yasa', juga berijtihad menyusun kalender hijriah global tunggal yang berorientasi ke depan dan dapat digunakan secara internasional.
Selain di Masjid Taqwa Muhammadiyah, pelaksanaan Tarawih juga berlangsung di Masjid Tgk H Ja'far Hanafiah Kampus Universitas Muhammadiyah Aceh.
Di lokasi tersebut, Wildan Sani Rasyid S.Pd.I bertindak sebagai imam, sementara ceramah disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Aceh, Aslam Nur. Jamaah yang hadir juga memadati area masjid kampus.
Pelaksanaan Tarawih perdana ini berlangsung tertib dan khusyuk, menandai dimulainya rangkaian ibadah Ramadan bagi warga Muhammadiyah di Banda Aceh dan sekitarnya.*