JAKARTA- Calon Gubernur Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung, berjanji akan melakukan normalisasi sungai di Jakarta apabila terpilih pada Pilkada 2024. Dalam diskusi bersama dosen dan mahasiswa Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI di kantor PW Muhammadiyyah DKI di Senen, Jakarta Pusat, Selasa (12/11/2024), Pramono mengungkapkan komitmennya untuk menangani masalah banjir dan genangan yang sering terjadi di ibu kota dengan mengutamakan normalisasi kali atau sungai.
Menurut Pramono, salah satu langkah jangka panjang yang akan dia usulkan ke Pemerintah Pusat adalah pembangunan Giant Mangrove Wall untuk melindungi Jakarta dari ancaman banjir rob dan abrasi, sebagai pengganti rencana pembangunan Giant Sea Wall yang lebih mahal dan berdampak buruk pada ekosistem.
“Saya usulkan untuk lebih mempertimbangkan pembangunan Giant Mangrove Wall. Ekosistemnya menjadi lebih baik, ekologinya juga terjaga, dan biayanya tentu lebih terjangkau dibandingkan membangun Giant Sea Wall,” ujar Pramono saat berbicara dalam diskusi tersebut.
Pramono menilai pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan pelestarian alam. Oleh karena itu, dia ingin mengintegrasikan upaya mitigasi bencana dengan pendekatan yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, dia juga menegaskan akan menuntaskan masalah klasik Jakarta, yakni banjir, dengan melakukan normalisasi sungai dan kali di wilayah Jakarta yang banyak mengalami pendangkalan.
Selain rencana normalisasi sungai, Pramono Anung juga berjanji akan menyediakan rumah susun (rusun) bagi warga yang terdampak proses normalisasi kali. Sebagai calon pemimpin Jakarta, Pramono menganggap ini sebagai bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah, yang harus menyediakan solusi bagi warga yang harus direlokasi.
“Itu tanggung jawab Pemerintah Jakarta, jadi kami akan menyediakan rusun untuk warga yang terdampak normalisasi kali. Kami tidak bisa membiarkan warga Jakarta kehilangan tempat tinggal hanya karena proyek pembangunan infrastruktur,” ujarnya, menjawab pertanyaan wartawan tentang kesiapan Pemprov DKI dalam menyediakan hunian layak bagi warga yang harus dipindahkan.
Pramono mengungkapkan, pengalaman pribadi mendamping Presiden Joko Widodo dalam beberapa kesempatan turun ke lapangan telah memberinya gambaran tentang betapa pentingnya tindakan tegas dalam normalisasi sungai di Jakarta. Menurutnya, hampir semua daerah di Jakarta membutuhkan perbaikan sungai dan saluran air untuk mencegah terjadinya banjir yang merugikan warga.
“Ketika saya keliling Jakarta, hampir seluruh daerah membutuhkan pengerukan kali dan normalisasi sungai. Kami sudah melakukannya bersama Pak Jokowi dan Pak Basuki, dan kami akan terus mendukung upaya Pemerintah Pusat dalam hal ini,” kata Pramono.
Sebagai bagian dari upaya menanggulangi banjir, Pramono juga mengungkapkan bahwa pemerintahannya akan mendukung penuh pembangunan turap di berbagai titik rawan banjir di Jakarta. Hal ini sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya genangan air akibat curah hujan tinggi dan penyempitan saluran air.
Dengan komitmen tersebut, Pramono Anung mengajak seluruh pihak, baik masyarakat maupun pemerintah, untuk bergotong royong memperbaiki infrastruktur Jakarta, dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.
(JOHANSIRAIT)