Dana Program Makan Bergizi dari China: Bantuan atau Jeratan Utang Baru?

BITVonline.com - Selasa, 12 November 2024 16:26 WIB

Warning: getimagesize(https://bitvonline.com/cdn/uploads/images/2024/11/225613c07a98a779db6405ced08b6c3eba5b152e-dokter-tifauzia-iriani-pinontoan.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 172

Jakarta, BITVONLINE.COM — Rencana pendanaan program makan bergizi gratis di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang akan dibiayai oleh China mendapat respons tajam dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari kritikus yang juga seorang dokter, Tifa, yang melontarkan kritik keras terhadap langkah ini.

Dalam akun media sosial X miliknya pada Selasa, 12 November 2024, Dokter Tifa mempertanyakan maksud dari pendanaan China untuk program makan bergizi di Indonesia. “China bantu dana program makan gratis?” ungkapnya. Ia meminta agar pemerintah tidak terburu-buru menerima bantuan tersebut tanpa pertimbangan matang, mengingat potensi beban utang yang bisa timbul.

“Ngga curiga dengan konsep ‘bantu dana’ ala China, Pak Presiden @prabowo? Karena pengalaman 10 tahun kemarin, bantuan dana China itu artinya hutang lho,” lanjutnya, memperingatkan bahwa istilah “bantuan” dari China kerap memiliki konsekuensi utang dalam jangka panjang.

Komentarnya ini merujuk pada pengalaman di masa lalu di mana banyak proyek infrastruktur yang didanai oleh China berujung pada beban utang yang tinggi bagi negara penerima bantuan.

Kesepakatan pembiayaan untuk program makan bergizi ini merupakan bagian dari Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani antara Pemerintah Indonesia dan China, yang ditujukan untuk mempererat hubungan bilateral dan investasi ekonomi senilai 10,07 triliun dollar AS atau setara dengan Rp157,64 triliun. Dana tersebut mencakup berbagai proyek, termasuk program-program untuk meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia.

Namun, Dokter Tifa menegaskan pentingnya kajian mendalam agar pendanaan ini tidak menjadi beban bagi negara di masa depan. “Coba dicek dulu, jangan buru-buru girang. Negara asal usul moyangnya Mulyono ini kan agak laen soalnya,” tandasnya, menyiratkan sikap skeptis terhadap niat di balik bantuan dari China.

Kritik ini menggambarkan kekhawatiran sebagian masyarakat atas pengaruh ekonomi China yang semakin besar di Indonesia. Dalam 10 tahun terakhir, aliran dana investasi China di Tanah Air memang telah tumbuh signifikan, namun hal ini kerap diiringi oleh kekhawatiran akan dampak jangka panjang berupa beban utang yang membelit.

Sejumlah pengamat menilai bahwa pemerintah perlu memastikan bahwa kerja sama ini benar-benar menguntungkan bagi masyarakat Indonesia tanpa menimbulkan ketergantungan finansial pada China.

(KRISNA)

 

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Agama

Prakiraan Cuaca Aceh Hari Ini, Senin 23 Februari 2026: Sebagian Wilayah Hujan Disertai Petir

Agama

Prakiraan Cuaca Sumut Hari Ini, Senin 23 Februari 2026: Sebagian Besar Wilayah Hujan Ringan

Agama

Kejagung Geledah 16 Lokasi di Medan dan Pekanbaru Terkait Kasus POME, Sita Mobil Mewah hingga Aset Perusahaan

Agama

Ketua MKMK I Dewa Gede Palguna Dilaporkan ke MKMK di Tengah Penanganan Kasus Adies Kadir

Agama

Polda Aceh Ungkap Peredaran Sabu 51,79 Gram di Bireuen, Dua Pelaku Diamankan

Agama

HPSN 2026: Bupati Badung Pimpin Aksi Bersih Sampah Laut, 500 Peserta Ikut Kerja Bakti