BANDA ACEH – Doa merupakan senjata orang beriman dan bukti ketergantungan seorang hamba kepada Allah.
Namun, sering kali doa hanya diucapkan dengan lisan, sementara hati tidak hadir sepenuhnya.
Padahal dalam Islam, doa yang diiringi kesungguhan hati memiliki nilai lebih, terutama jika dipanjatkan pada waktu-waktu mustajab.
Baca Juga: ISIS Klaim Serangan Bom Bunuh Diri di Masjid Islamabad yang Tewaskan 31 Orang, Putin Kutuk Tindakan ‘Biadab’ Hal ini disampaikan Ust. Dr. H. Muharrir Asy'ari, Lc, M. Ag, saat pengajian rutin Ahad Subuh di Masjid Taqwa Muhammadiyah Aceh dengan tema "Waktu yang Mustajab untuk Berdoa", Sabtu (8/2/2026).
Menurut Ustadz Muharrir, shalat itu sendiri adalah doa.
Semua bacaan dalam shalat – takbir, tasbih, tahmid, tasyahud, dan shalawat – merupakan permohonan dan pengagungan kepada Allah.
Ia menekankan bahwa setiap ayat dalam Surah Al-Fatihah adalah doa yang dijawab Allah satu per satu.
"Siapa yang berdiri dalam shalat tanpa menghadirkan makna, maka ia berdiri di hadapan Allah dengan jasadnya saja," ujar Ustadz Muharrir.
Waktu-Waktu Mustajab untuk Berdoa
Beberapa waktu yang sangat dianjurkan untuk doa berkaitan erat dengan shalat:- Sepertiga malam terakhir: shalat tahajud.- Hari Jumat: shalat Jumat.- Waktu azan dan antara azan dan iqamah.- Bulan puasa: shalat tarawih dan qiyamullail.- Hari Arafah: doa dan shalat berjamaah.
Ini menunjukkan bahwa shalat adalah pusat doa dalam kehidupan seorang muslim.
Kehadiran hati dan pemahaman makna bacaan membuat doa menjadi hidup dan lebih mudah dikabulkan.