SIMALUNGUN – Bupati Simalungun, Dr H Anton Achmad Saragih, secara resmi membuka penyelenggaraan Mushabaqah Tilawatil Qur'an Nasional (MTQN) Ke-23 Tingkat Kecamatan Bandar Masilam, Kabupaten Simalungun, Sabtu (31/1/2026).
Acara ini digelar di Nagori Bandar Masilam II dengan tema "Dengan Cahaya Al-Quran Wujudkan Masyarakat Berakhlak dan Sejahtera."
Pembukaan ditandai dengan pemukulan bedug oleh Bupati bersama tokoh agama sebagai simbol dimulainya perlombaan tilawah.
Baca Juga: Pemkab Simalungun Serahkan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir Aceh Tamiang, Upaya Cepat Tanggap Bencana dan Kepedulian Sosial Camat Bandar Masilam, Ida Royani Damanik, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati dan Ketua TP PKK Kabupaten Simalungun, Ny. Darmawati Anton Achmad Saragih, yang menurutnya menjadi sejarah baru MTQ tingkat kecamatan.
"Semoga MTQ ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana pembinaan generasi yang berakhlak, serta memperkuat nilai kebersamaan dan toleransi di masyarakat," ujar Ida.
Tahun ini, jumlah peserta MTQ mencapai 328 orang, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Mereka merupakan hasil seleksi dari 10 nagori di Kecamatan Bandar Masilam. H Girun, tokoh masyarakat sekaligus anggota DPRD Kabupaten Simalungun, berharap kegiatan ini mampu melahirkan bibit Qur'ani yang berprestasi hingga tingkat kabupaten.
Dalam sambutannya, Bupati Anton mengingatkan bahwa MTQ tidak hanya untuk generasi muda, tetapi juga menjadi ajang refleksi bagi orang tua dalam menerapkan ajaran Al-Qur'an sehari-hari.
"Senyum adalah ibadah, kebersihan adalah sebagian dari iman. Mari kita mulai dari diri sendiri untuk menerapkan nilai-nilai Qur'ani," kata Bupati.
Acara ditutup dengan pemukulan bedug sebanyak 23 kali, menandai resmi dimulainya MTQN Ke-23 Tingkat Kecamatan Bandar Masilam Tahun 2026.
Turut hadir, sejumlah pejabat Pemkab Simalungun, Forkopimca, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jajaran TP PKK dan undangan lainnya.
MTQN ini diharapkan menjadi sarana pembinaan spiritual sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga, sekaligus menumbuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia.*