MEDAN - Puasa Ramadan selalu menjadi momen sakral yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam di seluruh Indonesia.
Selain menjadi ibadah wajib, bulan Ramadan juga sarat keutamaan spiritual. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang berpuasa Ramadan karena didorong oleh keimanan dan mengharapkan keridhaan Allah, maka diampunkanlah untuknya dosa-dosanya yang terdahulu." (Muttafaq 'alaih)
Baca Juga: Jusuf Kalla: 75 Persen Masjid di Indonesia Masih Bermasalah dengan Sound System, yang Penting Bunyi Setiap tahun, tanggal 1 Ramadan selalu bergeser bila dikonversi ke kalender Masehi.
Pemerintah Indonesia biasanya menetapkan awal puasa dengan metode hisab (perhitungan astronomi) atau rukyat (pengamatan hilal).
Untuk Ramadan 1447 H, Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama (Kemenag) memperkirakan 1 Ramadan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Namun, keputusan resmi tetap menunggu sidang isbat, yang biasanya digelar pada 29 Syaban. Hasil sidang akan berlaku secara nasional bagi seluruh umat Islam.
Metode rukyatul hilal yang digunakan pemerintah melibatkan pengamatan bulan sabit (hilal) di sejumlah titik pengamatan.
Jika hilal tak terlihat, bulan Syaban akan digenapkan menjadi 30 hari.
Jadwal Puasa 2026 Versi Ormas Islam
- MuhammadiyahPimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan pada Rabu, 18 Februari 2026, menggunakan hisab hakiki dan acuan Kalender Global Tunggal (KHGT), tanpa menunggu pengamatan hilal.
- Nahdlatul Ulama (NU)NU menunggu hasil rukyatul hilal akhir Syaban. Mengacu pada kalender Almanak NU, 1 Ramadan kemungkinan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, menggunakan metode hisab imkanur rukyat—perpaduan perhitungan astronomi dan pengamatan langsung.