MEDAN – Hawa nafsu merupakan dorongan kuat dari dalam diri manusia yang dapat mengarahkan perilaku pada hal-hal negatif jika tidak dikendalikan.
Dalam ajaran Islam, pengendalian hawa nafsu menjadi salah satu aspek penting untuk membentuk karakter dan menjaga akal sehat dari tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Menurut Al-Quran, surah Al Kahfi ayat 28, Allah SWT menegaskan pentingnya kesabaran dan menjauhi hawa nafsu:
Baca Juga: Jadwal Malam Nisfu Sya’ban 1447 H dan Amalan yang Dianjurkan "Dan bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannya dan keadaannya sudah melewati batas." (QS. Al Kahf :28)
Dalam praktik sehari-hari, ada sejumlah langkah yang dianjurkan dalam Islam untuk melawan hawa nafsu:
1. Memperkuat KeimananIman yang teguh menjadi benteng utama. Aktivitas spiritual seperti salat, doa, dan dzikir menenangkan hati dan memperkuat kontrol diri.
2. Mengendalikan PikiranHawa nafsu sering berawal dari pikiran. Menjaga tontonan, bacaan, dan pergaulan yang positif mempersempit ruang bagi dorongan negatif untuk muncul.
3. Bergaul dengan Orang BaikLingkungan sosial berperan besar. Berada di sekitar orang-orang saleh atau bermoral tinggi membantu memperkuat tekad melawan hawa nafsu.
4. Melatih Pengendalian DiriLatihan disiplin sederhana, menunda kesenangan, atau berpuasa, membangun ketahanan mental terhadap godaan.
5. Menyibukkan Diri dengan Aktivitas PositifWaktu luang yang tidak terarah sering memicu hawa nafsu. Mengisi waktu dengan belajar, bekerja, olahraga, atau kegiatan sosial efektif mengalihkan perhatian.
6. Introspeksi dan Evaluasi DiriMenilai kelemahan dan kesalahan diri secara rutin memperkuat komitmen untuk berubah dan mengendalikan dorongan negatif.
7. Menetapkan Tujuan HidupTujuan hidup yang jelas menjadi pengingat arah dan batasan perilaku, sehingga hawa nafsu tidak mudah menguasai.